Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Religi · 19 Sep 2023 09:43 WITA ·

Kalimat ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’


Kalimat ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’ Perbesar

Jakarta, Sulutnews.com – Ada satu kalimat populer yang ada di lingkungan NU. Kalimat itu berbunyi ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’. Apa maksudnya ?

Dilansir dari detik.com “Soal ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’, Begini Penjelasan Rais Aam PBNU”

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar memberikan penjelasan mengenai kalimat tersebut. Ia mengatakan, kalimat itu bermakna seorang Nahdliyin sudah mantap atas prinsip, keyakinan, dan akidah tetapi mampu berperan penting di mana-mana.

Namun kenyataannya berbeda. pemahaman atas kalimat itu kini sudah menipis di kalangan NU sendiri.

“Tapi kenyataan dia di mana-mana dengan seluruh apa yang dia miliki. Bahkan semua perabot kekayaan NU di bawa ke mana-mana. Anehnya, dia tidak pernah pulang ke rumahnya karena di sana ada sesuatu yang nyaman dan menenangkan, kecuali kalau mereka sedang mengalami masalah, baru dia datang ke rumah,” ujar Kiai Miftah.

“Tidak seperti itu keinginan para muassis, tidak seperti itu yang dimaksudkan dengan NU ada di mana-mana tidak ke mana-mana,” lanjutnya dalam agenda Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2023 di Pesantren Al-Hamid, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (18/09/2023).

Seharusnya, kalimat ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’ dimaknai untuk menguji nyali, bukan justru larut di tempat baru. Kiai Miftah sangat menyayangkan hal tersebut.

“Silakan anda ke mana-mana tapi untuk menguji nyali anda. Bukan larut di sana, bukan malah melebihi partai daripada anda yang masuk ke partai itu. Kita sudah dandan-dandan demikian, begitu ada di sana berubah 180 derajat. Yang dulu halal, malah halal lagi. Yang haram menjadi halal. Tidak ada yang haram, halal semua,” ucap Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya, Jawa Timur.
Redaktur : (**/Gandhi Goma).

Artikel ini telah dibaca 826 kali

Baca Lainnya

Walikota Caroll Senduk bersama Ketua TP-PKK Hadiri Ibadah Syukur HUT Ke-42 Jemaat GMIM Kanaan Uluindano Tomohon

26 April 2026 - 23:30 WITA

Walikota Caroll Senduk Bersama Kakanwil Kemenag Sulut Resmikan Masjid Nurul Iman Kampung Jawa Tomohon

18 April 2026 - 23:59 WITA

Paskah Nasional Di Manado Menandai Kemenangan Iman, Persatuan Dan Toleransi Umat Beragama

8 April 2026 - 22:01 WITA

Berlangsung Penuh Kebersamaan Dan Semangat Iman Selebrasi Paskah dan HUT 100 Tahun Pemuda GMIM

7 April 2026 - 11:41 WITA

Walikota Tomohon Bersama Wakil Walikota dan Ketua TP-PKK Hadiri Ibadah Perayaan Paskah 2026 di GMIM Kakaskasen Pniel

5 April 2026 - 19:53 WITA

Maniskan Momen Ramadhan Aice Libatkan Ratusan Ribu Mitra Berbagi Takjil ke Masyarakat Luas

2 April 2026 - 23:41 WITA

Trending di Jakarta