Oelasin, Sulutnews.com – Juliana Adu, seorang janda tua dari Desa Oelasin, Kabupaten Rote Ndao, merasa menjadi korban penipuan oleh Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Maya Octavianus. Juliana mengeluhkan namanya yang tiba-tiba menghilang dari daftar penerima bantuan kemanusiaan, padahal sebelumnya ia telah menerima bantuan sebesar Rp 500.000.
Menurut pengakuan Juliana, Maya Octavianus sempat menjanjikan bahwa ia akan kembali menerima bantuan pada tahap berikutnya. Namun, hingga saat ini, janji tersebut tidak kunjung terealisasi.
“Saya merasa sangat frustrasi,” ujar Juliana dengan nada kecewa. “Saya hanya ingin kejelasan. Kalau memang tidak bisa memberi bantuan, jangan beri harapan palsu.”
Kasus yang dialami Juliana ini menambah daftar panjang keluhan warga terkait penyaluran bantuan sosial di Rote Ndao. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Reporter: Dance Henukh





