Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bolmut · 1 Jan 2026 14:56 WITA ·

Jika Bukan Karena Allah !


Bupati Sirajudin Lasena Perbesar

Bupati Sirajudin Lasena

Bolmong Utara, Sulutnews.com – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmong Utara) Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., dalam sambutan kegiatan khotam Qur’an ASN Bolmong Utara dan dzikir akhir Tahun 2025, sekaligus doa bersama untuk masyarakat Aceh dan Pulau Sumatera. Berlangsung di Masjid Agung Baiturrahman Boroko. Rabu (31/12/2025).

Bupati Sirajudin Lasena di awal sambutannya mengucapkan syukur Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin (Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam), ungkapan pujian dan syukur kepada Allah sebagai Rabb (Pendidik dan Pemelihara) seluruh ciptaan-Nya, menunjukkan pengakuan atas kebesaran dan kesempurnaan-Nya sebagai Pencipta dan Pengatur segala sesuatu.


“Jika bukan karena Allah kita tak akan bisa menikmati udara di awal tahun 2026 ini. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.”

Sudah selayaknya bagi kita sebagai umat manusia untuk menggantungkan amalnya hanya untuk mencari ridho Allah Swt. Menggantungkan amal hanya kepada Allah adalah bentuk ketundukan kita sebagai hamba-Nya dan jalan menuju kebahagiaan yang hakiki di dunia serta akhirat.

Tapi terkadang, karena desakan situasi tertentu baik dalam keadaan sadar atau tidak, niat itu kita rubah. Tidak murni lagi karena Allah.

Program shalat subuh berjamah dari setiap masjid ke masjid di setiap kecamatan pada awalnya ruang masjid tidak dapat menampung jamaah, namun seiring dengan waktu berlalu, jumlah jamah shalat subuh semakin berkurang. Pertanyaan kita bersama; Apakah niat kita hanya untuk Alllah, atau telah berubah karena berbagai alasan merubah niat awal ? Tanya Bupati Sirajudin Lasena.

Imam Nawawi menyampaikan bahwa berbagai macam keutamaan beribadah, menyeimbangkan kepentingan dunia yang telah disebutkan hanya berlaku bagi orang yang mencarinya dengan tujuan mengharap ridho Allah Ta’ala.

Barangsiapa yang menuntut ilmu demi tujuan duniawi, atau seperti mencari harta, kedudukan, jabatan, kehormatan, ketenaran, menarik perhatian manusia, mengalahkan lawan debat, atau tujuan-tujuan lain yang serupa, maka ia tercela.

Celaan ini bukan hanya terkhusus pada amal separuh hati, tapi juga untuk semua amal secara umum baik berupa ibadah atau lainnya. Jika semua amal itu diniatkan pada selain Allah, semuanya akan tertolak. 

Lantas pertanyaannya, bagaimana seseorang bisa beramal murni dan ikhlas hanya karena Allah Swt?, bukankah hanya wali-wali Allah saja yang bisa menerapkan itu?, sedangkan kita yang awam beribadah masih berharap agar dapat masuk surga dan jauh dari api neraka. Ketika niat dalam beramal dan beribadah ditujukan seperti itu, apa masih bisa dikatakan ikhlas?

Salah satu hal yang disembunyikan oleh Allah adalah keridhaan-Nya dalam setiap ketaatan yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ini mengisyaratkan bahwa tidak ada satu pun amal yang kecil atau besar yang dapat dianggap remeh.

Setiap amal ibadah, sekecil apa pun, memiliki potensi untuk menjadi jalan menuju keridaan Allah. Keridhaan Allah adalah kondisi di mana Allah SWT merasa puas dan senang terhadap hamba-Nya.

Dalam konteks ini, keridhaan Allah tidak selalu terkait dengan hasil akhir dari suatu amal, tetapi lebih kepada niat dan usaha yang tulus dari seorang hamba.

Ini menekankan pentingnya ikhlas dalam beribadah. Salah satu hikmah dari penyembunyian keridhaan Allah adalah untuk menghindari kesombongan (ujub) di kalangan umat manusia. Jika kita mengetahui amal mana yang pasti diridhai Allah, kita cenderung merasa lebih baik daripada orang lain.

Penyembunyian ini mendorong kita untuk selalu rendah hati dan tidak merasa lebih baik dari orang lain. Ketika keridhaan Allah disembunyikan, kita diajak untuk memurnikan niat dalam setiap amal.

Setiap kali kita melakukan kebaikan, kita harus bertanya pada diri sendiri: ’’Apakah saya melakukan ini semata-mata karena Allah?’’

Dengan demikian, kita akan terhindar dari niat-niat buruk seperti riya’ (pamer) dan ujub. Penyembunyian keridhaan Allah juga mengajarkan kita untuk menghargai setiap amal kecil yang kita lakukan.

Mungkin senyuman tulus kepada tetangga, membantu orang tua, atau berdoa untuk orang lain adalah bentuk-bentuk amal yang sangat dicintai oleh Allah. Kita tidak pernah tahu amal mana yang akan membawa kita lebih dekat kepada-Nya.

Pada saat Habib Salim Aljufri memberikan ceramah dengan mengucapkan rasa syukur setelah Bupati Sirajudin Lasena memberikan pencerahan kepada kita semua karena bukan Allah, siapa lagi yang dapat memudahkan urusan kita dalam nafas kehidupan duniawi ?

Habib Salim Aljuri & Bupati Bolmong Utara Sirajudin Lasena

Habib Salim Aljufri mengungkapkan kembali ada beberapa kategori ikhlas dimana seseorang yang melakukan suatu amalan dengan motivasi tertentu, ia masih bisa dikatakan berperilaku ikhlas.

Imam Nawawi al-Jawi al-Bantani memberikan beberapa tingkatan ikhlas dalam Kitab Nashoihul Ibadnya : 

فأعلى مراتب الإخلاص تصفية العمل عن ملاحظة الخلق بأن لا يريد بعبادته إلا امتثال أمر الله والقيام بحق العبودية دون إقبال الناس عليه بالمحبة والثناء والمال ونحو ذلك

“Maka derajat ikhlas yang paling tinggi adalah menyucikan amal dari memperhatikan makhluk, yaitu dengan tidak menginginkan dari ibadahnya selain menaati perintah Allah dan menunaikan hak peribadatan, tanpa mengharapkan kecintaan, pujian, harta, atau hal-hal semacam itu dari manusia.” *** GG

Artikel ini telah dibaca 1,939 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Diplomasi Presiden Prabowo Menjalin Hubungan Internasional

5 Februari 2026 - 07:46 WITA

DPD Kawanua Katolik Jakarta Resmi Dikukuhkan, Siap Layani Umat Lintas Iman

3 Februari 2026 - 23:43 WITA

Pecatur Muda Bolmong Utara Moh. Farzin Patadjenu Meraih Juara Turnamen Catur BMR

1 Februari 2026 - 16:38 WITA

Bupati Sirajudin Lasena Mengingatkan Tentang Tindak Pidana Perdagangan Manusia

29 Januari 2026 - 23:37 WITA

Sinergi Forkopimda Bolmong Utara Keamanan Terjaga dan Program Desa Terus Diperkuat

29 Januari 2026 - 20:04 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Trending di Adat Budaya
error: Content is protected !!