Sitaro.sulutnews.com | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) pada Kamis, 23/5/2025 berlangsung khidmat dan penuh makna.
Yang menarik, perayaan tahun ini dirangkaikan langsung dengan peringatan ke-117 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), menghadirkan suasana reflektif sekaligus inspiratif.
Upacara tersebut digelar di halaman Kantor Bupati di Kelurahan Ondong, Siau Barat, dan menjadi momen perdana yang dirayakan dalam masa kepemimpinan Bupati Chyntia Ingrid Kalangit dan Wakil Bupati Heronimus Makainas, sejak dilantik tahun lalu.
Meski sempat diguyur hujan deras, jalannya upacara tetap berlangsung khidmat. Hadir dalam kesempatan itu jajaran Forkopimda, tokoh pemekaran, serta perwakilan masyarakat dari berbagai unsur.
Dalam sambutannya sebagai Inspektur Upacara, Bupati Chyntia menyampaikan bahwa HUT Sitaro ke-18 dan peringatan Harkitnas merupakan dua momentum penting yang saling melengkapi, memperingati lahirnya daerah sekaligus membangkitkan kembali semangat kesatuan menghadapi tantangan zaman.
“Peringatan Harkitnas hari ini tidak lagi semata-mata membebaskan dari penjajahan, tetapi menjawab tantangan masa kini. Disrupsi teknologi, krisis pangan, hingga kesenjangan sosial membutuhkan kebijakan yang responsif dan adaptif,” ujar Chyntia.
Ia menegaskan, pemerintah pusat saat ini tengah mengutamakan program-program strategis seperti makan bergizi gratis, layanan kesehatan digital, dan pelatihan vokasi. Menurutnya, Kabupaten Sitaro harus menjadi bagian dari arus kebangkitan nasional tersebut dengan menyesuaikan arah kebijakan daerah secara progresif.
“Kebangkitan nasional adalah kerja bersama, bukan wacana semata. Pemerintah daerah harus menjadi motor penggerak,” katanya.
Bupati Chyntia juga menggarisbawahi, usia ke-18 merupakan tonggak awal bagi Sitaro untuk melangkah ke babak baru pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan visi pemerintahannya: Sitaro Maju, Sejahtera, Damai, dan Dahsyat.
Ia pun menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan daerah, mulai dari peningkatan infrastruktur terpadu antar-pulau, penguatan ekonomi berbasis komoditas lokal seperti pala dan salak, pengembangan sektor maritim dan pariwisata, hingga pelestarian budaya lokal serta penguatan SDM, terutama generasi muda dan kelompok rentan.
Di akhir sambutannya, Chyntia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghidupi semangat gotong royong melalui semboyan daerah: “Pakatiti Tuhema, Pakanandu Mangena, Boleng-Balang Sengkahindo.”
“Mari kita jadikan peringatan HUT dan Harkitnas ini sebagai pemantik semangat. Sitaro harus bangkit, bergerak, dan memberi dampak,” tutupnya.





