Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sitaro · 18 Jul 2025 00:03 WITA ·

Harga Beras di Pasar Ampera Ulu Siau Tembus Rp18 Ribu, Pemkab Sitaro Siapkan Cadangan Beras Pemerintah


kunjungan Wakil Bupati Sitaro, Heronimus Makainas di Gudang Cabang Bulog, Tatahadeng, Siau Perbesar

kunjungan Wakil Bupati Sitaro, Heronimus Makainas di Gudang Cabang Bulog, Tatahadeng, Siau

SITARO.sulutnews.com – Harga beras premium di sejumlah pedagang Pasar Ampera Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, terus mengalami lonjakan. Hingga Kamis, 17/07/2025, harga bahkan menembus Rp18.000 per kilogram. Menyikapi hal ini, Pemkab Sitaro melalui Dinas Pangan dan Pertanian segera menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk meredam dampak kenaikan.

 

Kepala Disperindagnaker Sitaro, Telsye Kansil, menegaskan bahwa kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di Sitaro, melainkan fenomena nasional. Ia merujuk pemaparan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, yang menyebut penyebab utama adalah praktik curang oknum mafia beras. Padahal, stok beras nasional saat ini sudah melebihi target, namun harga di pasar tetap tinggi sehingga menjadi perhatian Satgas Pangan.

 

Di Pasar Ampera Ulu sendiri, harga beras bervariasi: cap Bunaken (medium) Rp17.000, cap Dua Merpati (medium) Rp17.000, cap Istana Pangan (premium) Rp18.000, dan beras SPHP Bulog Rp12.500 per kilogram. Meski pasokan beras masih lancar, pedagang tetap menjual dengan harga tinggi karena distributor di Manado sudah menaikkan harga lebih dulu.

 

Sebagai langkah penanganan, Pemkab Sitaro bersama Perum Bulog akan menyalurkan bantuan beras bagi 2.465 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama Juli–Agustus 2025. Setiap keluarga akan menerima 10 kg beras per bulan atau total 20 kg untuk dua bulan. Pendistribusian akan dibantu perangkat desa, kelurahan, serta TKSK dengan pengawasan Dinas Pangan, Dinas Sosial, dan Satgas Pangan.

 

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sitaro, Richard Sasombo, melalui Kabid Ketahanan Pangan Fernando Pandawa, menjelaskan bahwa Bulog sudah siap menyalurkan bantuan, namun masih menunggu kelengkapan Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN) dari tiap desa/kelurahan. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga beras yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

 

Artikel ini telah dibaca 956 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bertaruh Nyawa di Tengah Gelombang 5 Meter, Kisah Veskin Parasan Kendalikan Perahu Demi Selamatkan Empat Jiwa

17 Maret 2026 - 15:13 WITA

5 Warga Hilang di Laut Sangihe Ditemukan Selamat, Begini Respon Legislator Sulut Vionita Kuera

17 Maret 2026 - 14:04 WITA

Dua Hari Hilang di Laut, Lima Warga Akhirnya Ditemukan Nelayan Karalung di Perairan Sitaro

17 Maret 2026 - 09:04 WITA

Kapitalau Dame Satu Dukung Penerapan SISWAKAM, Dorong Transparansi Pengelolaan Keuangan Kampung

12 Maret 2026 - 12:15 WITA

Kecamatan Siau Timur Mulai Terapkan Digitalisasi Pengawasan Keuangan Desa

12 Maret 2026 - 11:53 WITA

Kejari Sitaro Bongkar Dugaan Permainan Proyek Pendidikan di SMAN 1 Siau Timur

11 Maret 2026 - 10:32 WITA

Trending di Sitaro