Tahuna, Sulutnews.com – Upaya melestarikan dan merawat warisan budaya di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus dilakukan, salah satu di Kampung Para Kecamatan Tatoareng, tradisi turun temurun Maneke di kampung ini akhirnya menjadi salah satu daya tarik untuk pariwisata.
Pemerintah kampung Para menggelar festival Seke Maneke tanggal 11-13 Juni 2025. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari promosi pariwisata di kampung ini dengan destinasi utamanya pulau Nitu tepat di depan pulau Para.
Di acara itu dihadiri oleh Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari, serta utusan pemerintahan Provinsi untuk turut memeriahkan hajatan tahunan itu.

Selain unsur pemerintah, nampak juga turis manca negara turut hadir.
Kata Bupati Thungari kegiatan Seke Maneke menjadi salah satu produk pariwisata budaya yang masih terjaga dan terus dilestarikan oleh warga di pulau Para.
“Tradisi ini sebagai warisan budaya untuk kita sama-sama lestarikan, sehingga hari ini dibuatlah festival Seke Maneke dan ini salah satu produk pariwisata menjanjikan” ungkap Bupati.
Lanjut Bupati, ia mendorong agar kedepannya festival Seke Maneke menjadi agenda nasional sehingga pariwisata di Sangihe akan bergeliat, lewat hajatan ini pariwisata Sangihe terpromosikan.
“Harapannya kiranya festival Seke Maneke ini menjadi salah satu agenda nasional untuk menarik pariwisata nasional maupun mancanegara untuk berkunjung ke Para dan pulau Nitu bahkan tempat-tempat wisata lainnya di Sangihe” kata Thungari.
Sementara itu, Wakil Bupati Tendris Bulahari mengatakan, bahwa ia sebagai putera Tatoareng merasa bangga dimana agenda pariwisata daerah bisa digelar di kecamatan Tatoareng di pulau Para.
“Tentunya saya pribadi bangga karena saya sebagai putera Tatoareng bisa melihat pariwisata di wilayah ini terus bergeliat dan menghasilkan festival Seke Maneke menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami warga Tatoareng” pungkasnya. (Andy Gansalangi)






