Tahuna, Sulutnews.com – Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif pada awal tahun 2025. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Sangihe, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan I-2025 tumbuh sebesar 5,23 persen secara tahunan (year-on-year/y-o-y) dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan utara Indonesia ini tetap berada dalam tren ekspansif. Pertumbuhan tahunan di atas lima persen dinilai mencerminkan kinerja ekonomi yang cukup solid, terutama di tengah tantangan geografis dan struktur ekonomi daerah kepulauan.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sangihe Eko Siswant, menjelaskan bahwa data kontraksi 7,39 persen merupakan data triwulan 1 2025 “q to q” atau data triwulan 1 2025 dibandingkan data triwulan 4 2024, untuk data (quarter-to-quarter/q-to-q) ini tidak mencerminkan data keseluruhan tahun 2025 karena membandingkan triwulan 1 2025 terhadap triwulan 4 2024.
Data tahunan akan lebih sesuai menggunakan data c to c comulative to comulative), untuk data perbandingan dengan tahun sebelumnya akan sesuai menggunakan data y on y (year on year).
Hal itu dipengaruhi faktor musiman, khususnya berakhirnya momen Natal dan Tahun Baru yang biasanya mendorong lonjakan konsumsi rumah tangga dan aktivitas perdagangan pada akhir tahun.
“Faktor Penyebab Kontraksi 7,39 Persen, kontraksi tersebut terutama dipengaruhi oleh faktor musiman. Pada Triwulan IV setiap tahun, aktivitas ekonomi cenderung meningkat signifikan karena adanya perayaan Natal dan Tahun Baru. Momentum ini mendorong lonjakan konsumsi rumah tangga, peningkatan perdagangan, jasa transportasi, hingga sektor akomodasi dan makanan minuman” jelas Siswanto.
Lanjut Siswanto, secara umum, kontraksi pada awal tahun merupakan pola yang lazim terjadi, mengingat Triwulan IV identik dengan peningkatan belanja masyarakat dan perputaran uang yang lebih tinggi. Setelah memasuki Triwulan I, aktivitas ekonomi cenderung kembali normal sehingga secara statistik terjadi koreksi.
“Meski terjadi penurunan secara kuartalan, pertumbuhan tahunan 5,23 persen menjadi indikator penting dalam penyusunan asumsi dan target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk tahun 2026. Angka tersebut dapat menjadi baseline perencanaan, dengan catatan tren positif dapat dipertahankan sepanjang 2025” tandasnya.
BPS diharapkan pemerintah daerah mampu menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa. Selain itu, strategi diversifikasi ekonomi dan pengendalian fluktuasi musiman menjadi langkah penting untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih stabil setiap triwulan.
Dengan kinerja awal tahun yang cukup menjanjikan, prospek ekonomi Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 2026 dinilai tetap optimistis, sepanjang didukung kebijakan yang adaptif serta stabilitas kondisi ekonomi nasional dan global.
Sementara itu diketahui pemerintah daerah Sangihe intens terhadap angka pertumbuhan, hal itu dipandang sebagai monitoring fluktuasi pertumbuhan ekonomi untuk intervensi program pada sektor-sektor kunci.(Andy Gansalangi)





