Tahuna, Sulutnews.com – Tim Pengabdian yang dipimpin oleh Gitalia Putri Medea bersama anggota Christien Angreni Rambi, Mariaty A. Tatangindatu, PLP Elviera Tumbale, serta dua mahasiswa Revalina Rapar dan Vania Palenteng, melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bagi para kader kesehatan di Kampung Kauhis pada Jumat, (07/11) lalu, bertempat di Balai Kampung Kauhis.
Kegiatan ini berfokus pada Edukasi Pengukuran Respirasi, Tekanan Darah, Suhu Tubuh, dan Nadi Radialis, yang merupakan bagian penting dalam pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV). Pemeriksaan TTV sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang, tidak hanya saat kegiatan posyandu, tetapi juga dalam pemantauan kesehatan sehari-hari.

Menurut data dan pengamatan tim, sebagian besar kader kesehatan di Kampung Kauhis belum memahami teknik pemeriksaan tanda vital secara benar. Selain itu, fasilitas kesehatan yang tersedia sangat terbatas, para kader hanya memiliki satu alat tensimeter, itupun dalam kondisi rusak, sehingga menyulitkan mereka dalam melakukan pemantauan kesehatan pada warga.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian melakukan simulasi langsung pemeriksaan TTV, termasuk cara menghitung respirasi, menggunakan tensimeter aneroid dan digital untuk pemeriksaan tekanan darah, mengukur suhu tubuh dengan termometer, serta teknik palpasi nadi radialis. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berlatih secara mandiri dengan pendampingan dari tim.

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, tim pengabdian turut menyerahkan perlengkapan kesehatan berupa stetoskop, tensimeter aneroid, tensimeter digital, dan thermometer kepada para kader kesehatan Kampung Kauhis. Bantuan alat ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pemeriksaan dasar kesehatan bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah kampung. Sekretaris Kampung Kauhis, Riko Tem, bersama perangkat kampung turut hadir dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan program edukasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu meningkatkan kapasitas kader kesehatan di kampung yang selama ini sangat membutuhkan pengetahuan dan peralatan medis dasar.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan para kader kesehatan mampu memberikan pelayanan dasar kesehatan yang lebih optimal kepada masyarakat, serta meningkatkan kesiapsiagaan kampung dalam menghadapi permasalahan kesehatan sehari-hari. (Andy Gansalangi)





