Sitaro.sulutnews.com –Lima orang yang sebelumnya dilaporkan hilang di laut sejak Minggu, 15/3/2026 di perairan sekitar Kampung Lehupu akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh seorang nelayan pada Selasa, 7/3/2026 pagi.
Kelima korban ditemukan sekitar pukul 06.00 WITA oleh nelayan Kampung Karalung, Kecamatan Siau Timur, Hos Sundana, di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Mereka yang ditemukan masing-masing Rido Mesi Lumakeki (18) warga Lingkungan I Tandurusa, Kecamatan Aertembaga; Veskin Jovanco Parasana (20) warga Tariang Lama, Kecamatan Kendahe; serta tiga anak yakni Rafael Lahensel (11), Yohanis Moningka (10), dan Aliando Gonia (11) yang semuanya merupakan warga Kampung Ngalipaeng I, Kecamatan Manganitu Selatan.
Menurut penuturan Veskin Jovanco Parasana, dirinya bersama Rido merupakan awak kapal KM Putra Mahakam 01. Keduanya berangkat menuju Kampung Lehupu menggunakan perahu ayuda dari kapal pajeko tersebut untuk mengambil gas.
Saat berangkat, mereka turut membawa tiga anak yang sebelumnya sedang memancing di Pelabuhan Ngalipaeng.
Namun dalam perjalanan, ketika perahu hampir mencapai Kampung Lehupu, mesin perahu tiba-tiba mengalami kerusakan sehingga perahu tidak lagi bisa dikendalikan.
Veskin mengaku sempat berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari perahu menggunakan galon kosong sebagai pelampung untuk berenang menuju pantai. Namun karena kuatnya arus laut, ia tidak mampu mencapai daratan.
“Saya sempat lompat dari perahu dengan galon kosong untuk coba berenang ke pantai, tapi arus sangat kuat. Saya tidak sanggup sampai ke darat, akhirnya saya kembali berenang ke perahu dan bertahan bersama yang lain,” ujar Veskin.
Setelah itu, perahu mereka terus hanyut terbawa arus hingga mencapai sekitar Pulau Nenung.
Veskin juga menceritakan, mesin perahu sempat menyala kembali sehingga mereka mencoba mengarahkan perahu menuju Pulau Mahangetang untuk mencari pertolongan.
“Mesin sempat hidup kembali, jadi kami coba arahkan ke Mahangetang supaya bisa minta bantuan. Tapi bensin sudah habis, jadi perahu kembali hanyut mengikuti arus,” tambahnya.
Setelah hampir dua hari terombang-ambing di laut, perahu yang mereka tumpangi akhirnya ditemukan oleh nelayan Karalung, Hos Sundana, yang kemudian memberikan pertolongan kepada kelima korban.
Hingga berita ini ditayangkan, kelima korban telah berada di Kampung Karalung dan mendapatkan penanganan dari Pemerintah Kampung Karalung, Polsek Siau Timur, serta Danposal Siau.
Kondisi para korban selamat meski mengalami kelelahan setelah berjam-jam hanyut di laut.






