Mitra, Sulutnews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian laporan hasil kegiatan reses kedua dan sekaligus menutup masa persidangan kedua serta membuka masa persidangan ketiga tahun 2025.
Rapat yang digelar di Soekarno Hall, Kantor DPRD Mitra, Senin (28/4/2025), berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kolaborasi.
Ketua DPRD Mitra, Sophia Antou, SE, memimpin langsung jalannya rapat yang dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran eksekutif, dan para pemangku kepentingan.
Tampak hadir pula Wakil Bupati Mitra Fredy Tuda, Sekda David H. Lalandos, para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Mitra, serta tenaga ahli DPRD.
Dalam sambutan Bupati Mitra Ronald Kandoli yang dibacakan Wakil Bupati Fredy Tuda, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas kinerja DPRD yang telah menuntaskan masa reses dan masa persidangan dengan baik.
“Laporan hasil reses ini mencerminkan komitmen DPRD dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif menjadi kekuatan utama dalam membangun Mitra yang lebih baik,” ujar Tuda.
Ia menambahkan, seiring dengan berakhirnya masa persidangan kedua dan dibukanya masa persidangan ketiga, pihaknya berharap semangat kerja sama yang telah terbangun terus ditingkatkan.
Tuda juga menyinggung kebijakan nasional terkait efisiensi anggaran tahun 2025 sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.
Presiden Prabowo Subianto, kata Tuda, menginstruksikan efisiensi belanja negara dan daerah hingga mencapai Rp306,7 triliun. Pemerintah pusat memangkas anggaran kementerian dan lembaga sebesar Rp256,1 triliun, serta mengurangi transfer ke daerah sebesar Rp50,59 triliun.
“Dalam menyikapi kebijakan ini, Pemkab Mitra terus mengarahkan anggaran untuk program-program prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelas Tuda.
Beberapa program unggulan pun dipaparkan, seperti program kerja ke Jepang bagi warga berusia 18–29 tahun. Pemerintah menanggung seluruh biaya, mulai dari seleksi, pelatihan, hingga keberangkatan.
“Program ini menyasar warga dengan kategori miskin ekstrem,” ungkap Wabup.
Selain itu, Pemkab Mitra juga tengah membangun Sport Center lengkap dengan fasilitas olahraga dan jogging track, serta melakukan renovasi sekolah-sekolah yang dananya diperoleh dari efisiensi kegiatan seremonial dan perjalanan dinas.
Tak hanya itu, Pemkab juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna meningkatkan status Rumah Sakit Mitra Sehat dari tipe D menjadi tipe C.
Langkah ini diambil agar masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik dan lebih dekat.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara menunjukkan komitmennya dalam menyiasati keterbatasan anggaran, tanpa mengorbankan kebutuhan utama warganya.





