Sitaro.sulutnews.com – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mengeluh kesulitan beraktivitas. Sejak pekan lalu, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan minyak tanah menipis, bahkan pada Minggu, 28 September 2025, harga Pertalite di tingkat pengecer sempat melambung hingga Rp17 ribu per liter.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Sitaro, Eddy Salindeho, Senin, 29/9/2025, menjelaskan, kelangkaan terjadi akibat molornya jadwal distribusi karena kendala teknis pada kapal pengangkut.
“Informasi yang kami terima, ada kendala teknis perbaikan kapal sehingga menunda keberangkatan dan membuat molor jadwal distribusi ke Kepulauan Sitaro,” jelas Eddy.
Meski demikian, Eddy memastikan kondisi tersebut mulai tertangani setelah kapal pengangkut BBM tiba di Pulau Tagulandang.
“Per hari ini sudah sandar di Pelabuhan Tagulandang dan langsung melakukan distribusi. Untuk Pulau Siau kemungkinan besok,” tambahnya.
Kelangkaan BBM ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan pelayanan jasa di masyarakat. Oktavianus Kansil, warga yang membuka layanan servis HP sekaligus menjual pulsa dan token listrik, mengaku pendapatannya turun drastis. Minimnya ketersediaan BBM membuat pelanggan kesulitan mencapai tokonya.
“Biasanya saya bisa melayani sampai 30 orang per hari untuk transaksi pulsa dan token. Tapi sudah beberapa hari ini sepi karena orang-orang tidak bisa ke sini,” ungkap Oktavianus.
Kendala serupa dirasakan Lefrando Manuahe, seorang ASN yang bertugas di Ondong, Siau Barat. Ia beberapa kali absen karena tidak memiliki BBM untuk menuju tempat kerja.
“Untuk berangkat kerja saja saya kesulitan. Stok BBM sangat sulit didapat,” katanya.
Sementara itu, Jefri Bomboia, tukang ojek di kota Ulu, terpaksa berhenti beroperasi karena tidak menemukan BBM di pasaran. Padahal, banyak pelanggan yang biasanya mengandalkan jasanya setiap hari.
“Saya kasihan juga dengan para langganan yang butuh antar-jemput. Tapi bagaimana mau jalan kalau tidak ada BBM? Saya benar-benar tidak bisa bekerja,” keluhnya.
Warga Sitaro berharap distribusi segera kembali normal sehingga aktivitas perekonomian, mobilitas, hingga pelayanan publik dapat berjalan seperti sedia kala.





