Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sitaro · 29 Sep 2025 19:23 WITA ·

Distribusi BBM Molor, Pemda Sitaro Pastikan Pasokan Mulai Dikirim


Tampak Masyarakat Siau sedang mengantri BBM di PT. Maranatha Perbesar

Tampak Masyarakat Siau sedang mengantri BBM di PT. Maranatha

Sitaro.sulutnews.com – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mengeluh kesulitan beraktivitas. Sejak pekan lalu, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan minyak tanah menipis, bahkan pada Minggu, 28 September 2025, harga Pertalite di tingkat pengecer sempat melambung hingga Rp17 ribu per liter.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Sitaro, Eddy Salindeho, Senin, 29/9/2025, menjelaskan, kelangkaan terjadi akibat molornya jadwal distribusi karena kendala teknis pada kapal pengangkut.

“Informasi yang kami terima, ada kendala teknis perbaikan kapal sehingga menunda keberangkatan dan membuat molor jadwal distribusi ke Kepulauan Sitaro,” jelas Eddy.

Meski demikian, Eddy memastikan kondisi tersebut mulai tertangani setelah kapal pengangkut BBM tiba di Pulau Tagulandang.

“Per hari ini sudah sandar di Pelabuhan Tagulandang dan langsung melakukan distribusi. Untuk Pulau Siau kemungkinan besok,” tambahnya.

Kelangkaan BBM ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan pelayanan jasa di masyarakat. Oktavianus Kansil, warga yang membuka layanan servis HP sekaligus menjual pulsa dan token listrik, mengaku pendapatannya turun drastis. Minimnya ketersediaan BBM membuat pelanggan kesulitan mencapai tokonya.

“Biasanya saya bisa melayani sampai 30 orang per hari untuk transaksi pulsa dan token. Tapi sudah beberapa hari ini sepi karena orang-orang tidak bisa ke sini,” ungkap Oktavianus.

Kendala serupa dirasakan Lefrando Manuahe, seorang ASN yang bertugas di Ondong, Siau Barat. Ia beberapa kali absen karena tidak memiliki BBM untuk menuju tempat kerja.

“Untuk berangkat kerja saja saya kesulitan. Stok BBM sangat sulit didapat,” katanya.

Sementara itu, Jefri Bomboia, tukang ojek di kota Ulu, terpaksa berhenti beroperasi karena tidak menemukan BBM di pasaran. Padahal, banyak pelanggan yang biasanya mengandalkan jasanya setiap hari.

“Saya kasihan juga dengan para langganan yang butuh antar-jemput. Tapi bagaimana mau jalan kalau tidak ada BBM? Saya benar-benar tidak bisa bekerja,” keluhnya.

Warga Sitaro berharap distribusi segera kembali normal sehingga aktivitas perekonomian, mobilitas, hingga pelayanan publik dapat berjalan seperti sedia kala.

Artikel ini telah dibaca 1,030 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kejati Sulut Kupas Peran Empat Tersangka Korupsi Bantuan Gunung Ruang, Kerugian Capai Rp22,7 Miliar

1 April 2026 - 02:15 WITA

Selama Sepekan, Polsek Siau Timur Jaring 25 Knalpot Racing dan Puluhan Pelanggar Lalu Lintas

29 Maret 2026 - 15:35 WITA

Polsek Siau Timur Gelar KRYD Cipkon, Tiga Kendaraan Knalpot Racing Ditertibkan

26 Maret 2026 - 08:31 WITA

Bertaruh Nyawa di Tengah Gelombang 5 Meter, Kisah Veskin Parasan Kendalikan Perahu Demi Selamatkan Empat Jiwa

17 Maret 2026 - 15:13 WITA

5 Warga Hilang di Laut Sangihe Ditemukan Selamat, Begini Respon Legislator Sulut Vionita Kuera

17 Maret 2026 - 14:04 WITA

Dua Hari Hilang di Laut, Lima Warga Akhirnya Ditemukan Nelayan Karalung di Perairan Sitaro

17 Maret 2026 - 09:04 WITA

Trending di Sitaro