Davao City, Sulutnews.com — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas diplomasi ekonomi Indonesia di wilayah Filipina Selatan. Melalui rangkaian kegiatan strategis pada 5 Desember 2025, KJRI Davao City mendorong penguatan kerja sama di sektor kesehatan, perikanan, dan agroindustri di General Santos City.
Kegiatan dimulai dengan kunjungan delegasi Indonesia ke SARGEN Tuna Handline Association di General Santos Fish Port Complex. Dipimpin oleh Konjen RI Agus Trenggono, delegasi diterima langsung oleh President SARGEN Mercy Ong. Keduanya membahas perkembangan ekspor Indonesia ke General Santos, termasuk peluang memperkuat kolaborasi di sektor perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi kawasan.

Mercy Ong mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, pelaku usaha Indonesia telah melakukan survei langsung ke pelabuhan ikan General Santos. Menurutnya, ini menunjukkan meningkatnya minat eksportir perikanan Indonesia untuk memperluas pasar di Filipina bagian selatan.
Promosikan Alkes Indonesia, Buka Peluang Baru di Sektor Kesehatan
Setelah kunjungan lapangan, KJRI Davao City menggelar Networking Meeting khusus untuk mempromosikan produk alat kesehatan Indonesia, termasuk furnitur rumah sakit, medical devices, serta barang habis pakai medis. Kegiatan ini juga menjadi wadah penyampaian agenda promosi dagang Indonesia tahun 2026.
Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan utama, seperti:
Kamar Dagang dan Industri General Santos
Robinsons Mall GenSan
Glaukos Trading Corporation
General Santos City Health Office
Department of Agriculture Region 12
SARGEN Tuna Handline Association
Serta sejumlah pengusaha terkemuka General Santos

Partisipasi luas ini menunjukkan besarnya minat stakeholder General Santos untuk mengembangkan hubungan bisnis dengan Indonesia.
Indonesia Siap Perkuat Persahabatan dan Kemitraan Ekonomi
Dalam sambutannya, Konjen Agus Trenggono menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan dengan General Santos.
“Indonesia siap memperkuat persahabatan, memperdalam kerja sama, dan mendukung pembangunan ekonomi kedua pihak,” ujar Agus.
Lebih lanjut kata Konjen “KJRI Davao City siap menjembatani komunikasi dan mempertemukan para mitra General Santos dengan industri Indonesia, termasuk HIPELKI dan berbagai usaha yang siap bermitra.” tambahnya.
KJRI juga mengundang mitra Filipina untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dagang Indonesia yang akan datang, baik secara langsung maupun daring.
Pemaparan Daya Saing Produk Indonesia
PF Ekonomi KJRI Davao City, Novita Sientya Deysie Supit, memaparkan kemampuan global produk alat kesehatan Indonesia. Ia memperkenalkan daya saing furnitur rumah sakit, medical devices, hingga barang habis pakai medis yang telah siap masuk pasar Filipina.
Ia juga menyampaikan gambaran agenda promosi dagang 2026, termasuk Trade Expo Indonesia (TEI), sekaligus mendorong delegasi General Santos untuk ikut serta dalam business matching, misi dagang, dan program kolaborasi lainnya.
Hasil Konkret: Peluang Bisnis Mengemuka
Rangkaian kegiatan diplomasi ekonomi KJRI Davao City menghasilkan sejumlah peluang kerja sama yang nyata, di antaranya:
Minat impor alat kesehatan Indonesia melalui HIPELKI
Ketertarikan salah satu pengusaha General Santos menjadi distributor resmi alkes Indonesia
Permintaan ekspor kopi Indonesia
Penjajakan kerja sama dengan pengusaha biji baja
Permintaan ekspor buah kelapa dari General Santos

Upaya diplomasi ekonomi ini menjadi bukti keseriusan KJRI Davao City dalam memperluas jejaring perdagangan dan membuka pasar baru bagi produk Indonesia di Filipina Selatan. Dengan semakin banyaknya peluang yang terbuka, hubungan ekonomi Indonesia–Filipina diharapkan akan semakin kokoh dan berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan. (KJRI Davao City/Andy Gansalangi)





