Manado, Sulutnews.com – Kepala Balai Informasi, Teknologi dan Komunikasi ( BITK) Dikda Sulut Bravo Turangan ST mengatakan, hinga akhir batas penutupan pendaftaran siswa Eligible untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri ( PTN) lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP) tanpa tes pada Senin 2 Februari 2026 hanya 162 SMA Negeri dan Swasta yang mendaftar sedangkan SMK Negeri dan Swasta 93 yang mendaftar online di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa ( PDSS) .
Padahal dari data yang ada SMA di Sulut baik negeri dan swasta ada sekitar 228 dan SMK Negeri dan Swasta ada 197 di Sulut yang merupakan binaan Dikda Sulut.
Siswa Eligible itu merupakan kouta 40 persen dari sekolah Akreditasi ” A” dan untuk Akreditasi ” B” dan ” A” dibawah 40 persen. Dan mereka masuk SNBP berdasarkan nilai raport siswa dari semester awal hinga akhir.
Menurut Bravo Turangan yang dikonfirmasi Senin (2/2) lewat telepon mengatakan belum semuanya SMA dan SMK mendaftar dalam PDSS akan kita evaluasi bersama apa penyebabnya.
” Pendaftaran sudah ditutup sesuai jadwal dari pusat. Saat ini, kami akan melakukan pendataan dan evaluasi terkait sekolah-sekolah yang belum sempat menyelesaikan proses pendaftaran” kata Bravo
Dikda Sulut akan pelajari dan ingin mengetahui apa kendalanya pada sistem teknis atau ada hambatan lainnya
” Kita akan evaluasi bersama , karena Dikda sudah sampaikan imbauan berulang kali dan sosialisasi jauh jauh hari kepada Sekolah untuk mendaftarkan siswa Eligible di PDSS secara online” kata Turangan.
Menurutnya evaluasi penyebab keterlambatan pengisihan PDSS apakah karena kelalaian sekolah atau siswanya mengundurkan diri dan tidak berminar kuliah terutama siswa SMK yang sasarannya bekerja setelah selesai sekolah. ” Masalah ini akan kita evaluasi bersama Dikda dan pihak sekolah” kata Bravo Turangan.

Foto :Kepsek SMA Katholik Santo Yosep Aquino Manado Yosephien Semiran S.Pd
Meski Sekolah Kecil Mendaftar
Sementara itu Kepsek SMA Katholik Santo Yoseph Yosephien Semiran S.Pd mengatakan kepada Jurnalis Sumikolah Senin (2/2) memgatakan, meski hanya 14 siswa Kelas XII tetap ikut didaftarkan semua siswa. Soal apa akan lulus masuk SNBP 2026 itu kita optimis masuk semua. Karena tahun 2025 lalu dari 21 Kelas XII ada 14 yang lulus SNBP.
Hal yang sama dikatakan Kepsek SMA Negeri 1 Kotamobagu Masyusi Podomi S.Pd kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Selasa (3/2) lewat telepon. Ada sekitar 190 siswa Eligible atau 40 persen dari siswa Kelas XII yang didaftarkan dalam PDSS untuk masuk SNBP di PTN 2026″ Kami berharap bisa lulus diatas 75 persen siswa Eligible masuk SNBP” kata Podomi.
Bahkan berharap melebihi tahun lalu 2025 yang banyak juga yang lolos masuk PTN di Sulut dan Luar Sulut “Jadi tahun ini kami berharap bisa lulus lebih baik” kata Podomi.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Wori Minahasa Utara Adri Mandey S.Pd
Untuk SMA Negeri 1 Wori di Minahasa Utara menurut Kepsek Adry Mandey S.Pd kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Selasa (3/2) ada sekitar 60- an siswa Eligible yang didaftarkan sebelum ditutup 2 Februari” Kami sudah daftarkan tingal menungu berapa yang lolos SNBP di PTN” kata Kepsek.
Soal target itu tergantung hasil pengumuman nanti. Kita optimis bisa melebihi tahun lalu yang lolos SNBP” ujar Kepsek Mandey.
Sementara itu untuk SMA Negeri 7 Manado sekitar 202 Siswa Eligible yang didaftarkan pekan lalu di PDSS” Tidak ada masalah dengan siswa Eligible” kata Kepsek Dr Willem Rawung SS M.Si kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Selasa (3/2).

Foto – Kepsek SMA Negeri 7 Manado Dr Willem Rawung SSi.MM
Dari 202 siswa Eligible Kepsek optimis bisa capai 50 persen lolos SNBP 2026. Tahun lalu 2025 sekitar 194 siswa Eligible 40 persen lolos di PTN terbaik di Sulut dan luar Sulut.
Ditambahkan semua siswa Eligible dan orang tua sudah diingatkan jangan mundur bila lolos SNBP di PTN nanti. Karena ada sangsi bagi sekolah asal siswa. (Fanny)





