Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Manado · 19 Feb 2024 12:09 WITA ·

Dianggap Bertanggungjawab Atas Dugaan Kecurangan Pemilu,Koalisi Masyarakat Sulut Pro Demokrasi,Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahkta,


Dianggap Bertanggungjawab Atas Dugaan Kecurangan Pemilu,Koalisi Masyarakat Sulut Pro Demokrasi,Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahkta, Perbesar

MANADO, Sulutnews.Com – Koalisi Masyarakat Sulawesi Utara Pro Demokrasi melansir jika tindakan Pemerintah rezim Presiden Joko Widodo saat ini sangat jauh dari harapan rakat, tidak amanah, sisuga melakukan penyalahgunaan jabatan,Kekuasaan dan Inkonstitusional dimana sebagai pejabat negara, Presiden Jokowi tidak menunjukan netralitas dalam Pemilu, dimana tindakan tersebut secara nyata meusak marwah demokrasi di tanah air serta benruk tindakan tercela sebagaimana dimaksud dalam pasal 7A UUD 45.

Untuk mengembalikan marwah demokrasi Indonesia sebagai negara hukum, maka Presiden Jokowi harus turun tahkta,” tegas Risat Sanger Ketua Masyarakat Sulut pro demokrasi sambil menyatakan kecewa terhadap Presiden yang tidak menghargai lembaga penyelenggara jokowi yang langsung menyampaikan selamat terhadp salah satu calon padahal belum ada keputusan akhir.

Juga pada kesempatan tersebut ada ribuan mahasiswa papua yang ada di sulut yang tidak memberikan hak suaranya meskipun ada KTP.”Mahasiswa papua di Sulut tidak bisa menyalurkan hak suaranya, itu persoalan besar dan hari ini kami menyampaikan pertanyaan besar kepada pemerintah,” tegas Sanger

Masyarakat Sulut pro demokrasi menghargai kinerja KPU dan Bawaslu tetap percaya kedua lembaga tersebut untuk tetap melakukan rekapitulasi sampai akhir bekerja profeaional guna melakukan pencerahan terhadap hasil perhitungan. Apabila terbukti pelanggaran hukum penghianatan terhadap negara apapun hasilnya tetap mendukung namun ketika ada pelanggaran maka harus dibuktikan dan diproses dan ada yg bertanggungjawab dan itu adalah presiden itu sendiri karena itu berkaitan erat dengan moral.” Jangan karena kekuasaan semata maka menggunakan fasilitas negara untuj memenangkan paslon tertentu. Jika jokowi dicintai rakyat maka tidak ada parpol yang mengunakan slogan Jokowi milik Parpol tertentu,” ungkap Risat.

Terkait mahasiswa secara aturan mereka dapat melakukan penconlosan, namun proses tersebut merupakan hambatan terhadap dmokrasi dan itu harus diberikan kemudahan.”Mengkaji kerusakan moral adalah bukti nyata dan yang bertanggungjawab adalah Presiden jokowi dan Pertempur hari ini adalah pertarungan antaran elit politik, yg mencederai masyarakat untuk kepentingan elit tertentu.(josh tinungki)

 

Artikel ini telah dibaca 1,008 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Politisi Partai Gerindra Sulawesi Utara Ishak Tambani Gelar Silahturahmi Bersama Wartawan

28 Maret 2026 - 23:50 WITA

DPRD Sulut Menggelar Paripurna Mendengarkan LKPJ Gubernur YSK Tahun 2025

26 Maret 2026 - 20:30 WITA

Stela Marllina Runtuwene Apresiasi Gerak Cepat Gubernur Sulut Bangun Infrastruktur Jalan

26 Maret 2026 - 10:01 WITA

DPRD Sulut Berikan Apresiasi Pemda Sulut Cepat Merespon Keluhan Warga Untuk Memperbaiki Jalan Rusak

25 Maret 2026 - 23:26 WITA

Empat Calon Ketua PWI Sulut dan Tiga Calon Ketua DK Memenuhi Syarat Siap Bertarung Dalam Konferensi 31 Maret 2026

25 Maret 2026 - 23:05 WITA

Silahturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah, Yuk Intip Siapa Saja Pejabat Pemerintah dan Polri Yang Mengadakan Open House

21 Maret 2026 - 23:53 WITA

Trending di Manado