Roote Ndao, Sulutnews.com – Hari ini Senin 15 Desember 2025 Bupati Rote Ndao Paulus Henuk melanjutkan kegiatan dengan berkunjung dan berbincang santai bersama pengrajin tradisional sekaligus pemain alat musik Sasando, Jitron Pah. Suasana hangat dan penuh kebersamaan dalam pertemuan ini menjadi pengingat yang kuat akan nilai budaya dan identitas yang melekat pada masyarakat Rote Ndao, serta menunjukkan komitmen pemimpin daerah dalam menjaga warisan tersebut.
Sasando, alat musik khas yang telah ada selama berabad-abad di Rote Ndao, membawa makna yang jauh melampaui sekadar suara. Dalam percakapan santai tersebut, Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa dari Sasando, kita belajar bahwa perbedaan senar dan dawai – ketika disatukan dengan teliti dan penuh rasa cinta – justru melahirkan harmoni yang indah. Setiap getaran senar yang dipetik tidak hanya menghasilkan nada yang merdu, tetapi juga menceritakan cerita sejarah, kepercayaan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. “Sasando bukan hanya alat musik,” ungkap Bupati, “tetapi simbol harmoni yang mempersatukan berbagai lapisan masyarakat, sekaligus kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda penerus Rote Ndao.”
Pelestarian budaya menjadi bagian penting agar kemajuan pembangunan daerah tetap sejalan dengan jati diri dan kearifan lokal. Menurut Bupati, kita tidak boleh membiarkan kemajuan teknologi dan infrastruktur menghapus jejak budaya yang telah melestarikan masyarakat selama berabad-abad. “Pembangunan Rote Ndao tidak hanya tentang pemerintahan yang tertib dan taat hukum,” tegasnya, “tetapi juga tentang menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan membanggakan. Hanya dengan demikian, daerah ini akan memiliki ciri khas yang unik dan menjadi sumber kebanggaan bagi seluruh warganya.”
Pertemuan Bupati dengan Jitron Pah juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak warga, terutama generasi muda, untuk lebih tertarik mempelajari dan melestarikan Sasando serta budaya Rote Ndao lainnya.
Reporter : Dance Henukh





