Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 15 Des 2025 22:23 WITA ·

Bupati Rote Ndao, Pelestarian Budaya Sasando Sebagai Simbol Harmoni dan Warisan


Bupati Rote Ndao, Pelestarian Budaya Sasando Sebagai Simbol Harmoni dan Warisan Perbesar

Roote Ndao, Sulutnews.com – Hari ini Senin 15 Desember 2025 Bupati Rote Ndao Paulus Henuk melanjutkan kegiatan dengan berkunjung dan berbincang santai bersama pengrajin tradisional sekaligus pemain alat musik Sasando, Jitron Pah. Suasana hangat dan penuh kebersamaan dalam pertemuan ini menjadi pengingat yang kuat akan nilai budaya dan identitas yang melekat pada masyarakat Rote Ndao, serta menunjukkan komitmen pemimpin daerah dalam menjaga warisan tersebut.

Sasando, alat musik khas yang telah ada selama berabad-abad di Rote Ndao, membawa makna yang jauh melampaui sekadar suara. Dalam percakapan santai tersebut, Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa dari Sasando, kita belajar bahwa perbedaan senar dan dawai – ketika disatukan dengan teliti dan penuh rasa cinta – justru melahirkan harmoni yang indah. Setiap getaran senar yang dipetik tidak hanya menghasilkan nada yang merdu, tetapi juga menceritakan cerita sejarah, kepercayaan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. “Sasando bukan hanya alat musik,” ungkap Bupati, “tetapi simbol harmoni yang mempersatukan berbagai lapisan masyarakat, sekaligus kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda penerus Rote Ndao.”

Pelestarian budaya menjadi bagian penting agar kemajuan pembangunan daerah tetap sejalan dengan jati diri dan kearifan lokal. Menurut Bupati, kita tidak boleh membiarkan kemajuan teknologi dan infrastruktur menghapus jejak budaya yang telah melestarikan masyarakat selama berabad-abad. “Pembangunan Rote Ndao tidak hanya tentang pemerintahan yang tertib dan taat hukum,” tegasnya, “tetapi juga tentang menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan membanggakan. Hanya dengan demikian, daerah ini akan memiliki ciri khas yang unik dan menjadi sumber kebanggaan bagi seluruh warganya.”

Pertemuan Bupati dengan Jitron Pah juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak warga, terutama generasi muda, untuk lebih tertarik mempelajari dan melestarikan Sasando serta budaya Rote Ndao lainnya.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 942 kali

Baca Lainnya

Kabupaten Rote Ndao Dilanda Hujan Lebat Berserta Angin Kencang, Sementara Informasi Gempa Bumi Akan Terjadi di Lembata-NTT

9 Maret 2026 - 19:26 WITA

CUACA DI KABUPATEN ROTE NDAO, MINGGU 8 MARET 2026

8 Maret 2026 - 18:36 WITA

Rp 1,1 Juta Milik Pelanggan di Curi Oleh Seorang Polwan di Rote Ndao

8 Maret 2026 - 15:41 WITA

Masyarakat Desa Maurisu Adukan Dugaan Penyelewengan Dana Desa ke Bupati TTU

7 Maret 2026 - 06:36 WITA

ESTHON FOENAY BUKA SUARA ISU 9.000 PPPK NTT DIRUMAHKAN? JANGAN MAIN-MAIN DENGAN NASIB RAKYAT

5 Maret 2026 - 13:02 WITA

Bupati Paulus Henuk Tutup Mata Dengan PPPK DPRD Rote Ndao Desak Pemerintah Lantik PPPK Paruh Waktu per 2 Maret 2026

25 Februari 2026 - 16:49 WITA

Trending di News