Kabupaten Rote Ndao,Sulutnews.com – Sangat disayangkan kepala Daerah Paulina Haning Bullu disuguhkan makanan dan atau daging domba pencuri oleh penjabat kepala desa Tandetui, Agabus Killo.
Hal ini diungkapkan oleh sekretaris desa Daurendale Yefta Lete saat di konfirmasi terkait persoalan pengeluhan warga Her Baba disela-sela reses empat Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao beberapa waktu lalu di desa Daurendale.
Menurut Yefta Lete mengapa Bapak Her Baba tidak diberikan bantuan dari desa walau sebelumnya nama Her Baba keluar sebagai penerima bantuan. Hal itu karena yang bersangkutan Her Baba membuat sebuah surat pernyataan dihadapan aparat desa, saksi dan sejumlah warga terkait unsur pidana pencurian seekor domba betina milik Josep Bulan warga desa Daurendale Dusun Mokdale.
“Kenapa bapak Her itu tidak dikasi bantuan dari desa karena memang dia buat pernyataan atas perilaku pidana pencurian itu dan itu sebagai sanksi sosial bagi beliau di desa. Dan itu disaksikan oleh warga, saksi dan aparat desa. Ini dituangkan dalam surat peryataan ditandatangani sejumlah pihak,” katanya.
Menurut Yefta, bahwa domba curian itu kemudian diberikan dan atau dibeli oleh Penjabat Kepala Desa Tandetui, Agabus Killo untuk keperluan syukuran saat desa pemekaran Tandetui menerima kode register yang mana dihadiri oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu.

“Jadi waktu itu domba yang dicuri dibeli oleh PJ. Kades Tandetui, Agabus Killo, katanya untuk bunuh di syukuran yang waktu itu dihadiri ibu bupati. Jadi waktu urusan masalah itu wartawan mau tulis karena sangat disayangkan PJ Kades kasi makan ibu bupati domba pencuri, tapi saat itu dihalau oleh kepala desa Daurendale, Sepri Sina, bahwa tidak usah tulis, biar kita urus kedalam saja,” ungkap Yefta.
Sebelumnya Her Baba dalam pengaduannya dihadapan empat Anggota DPRD kabupaten Rote Ndao saat reses, bahwa dirinya tidak pernah mendapat bantuan apa pun dari desa, walau dia punya hak untuk mendapat.
Reporter:Dance Henukh





