Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Adat Budaya · 28 Jun 2024 13:18 WITA ·

Bupati Morut : Dewan Adat Wita Mori Bawa Semangat Rekonsiliasi Dualisme Dewan Adat


Bupati Morut : Dewan Adat Wita Mori Bawa Semangat Rekonsiliasi Dualisme Dewan Adat Perbesar

Morut,Sulutnews.com – Semangat rekonsiliasi terhadap dualisme dewan adat menjadi semangat seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan saat ini. Penegasan ini dikatakan Bupati Morowali Utara Delis Djulkerson Hehi Jumat (28/6) pagi diruang Pola Kantor Bupati saat memberikan sambutan pengukuhan Dewan Adat Wita Mori yang diketuai Julius Pode.

“Orang orang tua kami berikan kami contoh bagi generasi muda bagaimana kita bisa bersatu. Jangan berikan kami contoh yang tidak baik. Berikan kami contoh tuwu mate memaroko, berikan kami contoh sebagaimana lagu Wita Moru yang selalu kita kumandangkan. Dan kegiatan hari ini tidak mengurangi semangat itu,” tegas Delis.

Sebelumnya Delis menjelaskan jika dirinya telah mengundang orang orang tua yang berbeda pendapat untuk bertemu dan memulai upaya rekonsiliasi.

“Alasan saya menghadiri acara hari ini adalah karena saya memahami betul bagaimana berorganisasi. Tidak boleh ada kevakuman dalam kepengurusan agar organisasi bisa berjalan. Tapi rangkaian acara hari ini saya tegaskan tidak menyurutkan semangat kita untuk melakukan rekonsiliasi bagi Wita Mori. Tidak membatalkan agenda kita kedepan untuk mempersatukan orang orang tua kita,” kata Delis.

Selama ini terjadi dualisme kepengrusan Dewan Adat dibawa kepemimpinan Ten Marunduh dan kepengurusan lainnya dibawa kepemimpinan Julius Pode.

Dalam dua kali pertemuan 6 dan 18 Juni di Rujab Bupati, kedua pimpinan lembaga adat ini menyepakati dan menandatangi kesepakatan pelaksanaan mubes serta telah membentuk kepanitiaan.

“Saya ingatkan bahwa pemegang mandat tertinggi lembaga adat Wita Mori adalah orang orang tua kami lembaga adat desa yang ada didesa-desa, bukan para elit bukan juga bupati,” kata Delis.(*/Erni)

Artikel ini telah dibaca 1,045 kali

Baca Lainnya

Pentas Mahzani 1000 Pelajaran di Kota Tomohon Lestariikan Warisan Budaya Masyarakat Adat Tombulu

11 Maret 2026 - 23:44 WITA

Pentas Mahzani Massal Pergelaran Sastra Woloan Bakal Hentak Kota Tomohon Diikuti 1000 Pelajar

9 Maret 2026 - 14:06 WITA

Eksplorasi Kawasan Kampung Cina Manado Jelang Imlek 2026

16 Februari 2026 - 18:41 WITA

Mikael Manu Anggota DPRD Rote Ndao Minta Bupati dan Dinas Pendidikan Berikan Perhatian: Siswa SMPN 2 Lobalain Alami Bengkak Lutut Setelah Dihukum Berlutut

10 Februari 2026 - 19:52 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Trending di Adat Budaya