Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Jambi · 24 Mei 2025 22:25 WITA ·

Bupati Dan Wakil Bupati Kerinci Mancing Bersama Masyarakat di Lubuk Larangan Tarutung


Bupati Dan Wakil Bupati Kerinci Mancing Bersama Masyarakat di Lubuk Larangan Tarutung Perbesar

Kerinci, Sulutnew.com – Tradisi Lubuk Larangan kembali digelar meriah di Desa Tarutung, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada Sabtu (24/5/2025).
Kegiatan tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, didampingi Wakil Bupati Murison, Sekda Zainal Effendi, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kerinci.

Lubuk Larangan merupakan kearifan lokal masyarakat yang melarang aktivitas menangkap ikan di titik tertentu sungai selama kurun waktu tertentu. Setelah masa larangan berakhir, warga berbondong-bondong turun ke sungai untuk menangkap ikan bersama, sebagai wujud syukur dan kebersamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menyampaikan apresiasi kepada warga Desa Tarutung atas komitmen mereka melestarikan tradisi dan menjaga ekosistem sungai.

“Tradisi ini bukan hanya menjaga keberlanjutan alam, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan yang berbasis pada kearifan lokal seperti ini,” ujarnya.

Ratusan warga tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri dari tokoh adat, pemuda, perangkat desa, dan masyarakat umum. Suasana kekeluargaan dan gotong royong sangat terasa sepanjang prosesi berlangsung.

Ketua Adat Desa Tarutung menyampaikan harapannya agar generasi muda terus menjaga tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya Kerinci.

“Lubuk Larangan bukan sekadar menangkap ikan, tapi menghormati alam dan warisan leluhur. Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat pelestarian budaya dan lingkungan hidup di tengah masyarakat Kerinci. (Saprial)

Artikel ini telah dibaca 1,033 kali

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Kisah Anak SD yang Tiada di Nusa Tenggara Timur: Buku dan Bolpoin Bisa Dibeli Hari Ini, Tapi Nyawa Hilang Selamanya

6 Februari 2026 - 07:54 WITA

Waooh Proses Tender Pinjam Bendera di Rote Ndao: Perhatian Serius

3 Februari 2026 - 20:52 WITA

Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao Hadiri Rakornas Pusat -Daerah Tahun 2026

2 Februari 2026 - 23:24 WITA

Trending di Advetorial
error: Content is protected !!