Bolmong Utara, Sulutnews.com – Bupati Bolaang Mongondow Utara Dr. Sirajudin Lasena, SE, M.Ec.Dev, mencanangkan perayaan kegiatan menjelang hari Kemerdekaan RI Ke 80 Tahun 2025. Acara berlangsung di halaman Kantor Bupati. Kamis (07/08/2025).
Tema yang diusung pada HUT Ke-80, 17 Agustus 2025 : “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.
Kata Bupati Bolmong Utara, tema ini dipilih untuk menggambarkan perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju satu abad kemerdekaan.
Tema ini mencerminkan semangat kebangsaan yang terus dijaga sebagai pondasi kuat untuk melangkah ke masa depan.
Sebelumnya, Ketua Panitia Asisten II Sekretariat Pemkab Bolmong Utara Dr. Nazarudin, S.Pd, M.Si, dalam sambutan pembukaan menyampaikan tiga pantun :
- “Dibalik batu ada seekor udang, udang sibuk mencari makan. Tidak ada yang lebih penting sekarang dari kemerdekaan Indonesia.”
- Bunga selasih didepan rumah. Rumah dibuka dengan perlahan. Terima kasih para pahlawan. Kita merdeka dari penjajahan.”
- “Ibu minta sebuah rahasia. Rahasia lama harus dijaga. Aku cinta Indonesia dengan segenap jiwa raga.”
Sesudah itu, Asisten II Maloho menyampaikan program kegiatan yang akan dilombakan pada hari kemerdekaan 2025, yaitu :
- Pelaksanaan Peraturan Baris Berbaris (PBB) antar Satuan Perangkat Daerah (SKPD).
- Sepak Bola Dangdut.
- Lari Karung.
- Kebersihan kantor/tanaman holtikultura/office food care (perawatan makanan kantor).
- Lomba Taman Holti School.
- Lomba Kebersihan antar Desa.
- Gerak jalan untuk SD, SMP/Madrasah Tsanawiyah, SMA/SMK/Madrasah Aliyah, Umum.
Pada saat memberikan sambutan pembukaan pencanangan kegiatan ini, Bupati Sirajudin Lasena membalas pantun Asisten II Nazarudin Maloho.
“Ikan goropa ikan bobara, itulah nama-nama ikan !” Pungkasnya. Hadirin dan undangan spontan tertawa gembira.
Dalam acara sambutan ini, bupati mengundang dua pelajar maju kedepan untuk mengucapkan naskah proklamasi, jika diucap dengan benar dan fasih akan diberi hadiah dari Kadis Dikbud Fadly Tadjudin Usup, S.E, M.M.
Dua pelajar ini berhasil membacakan dengan benar.
Sesudahnya mengundang tiga pelajar mengucap naskah “Sumpah Pemuda,” namun para pelajar keliru mengucapkan kata demi kata tidak berurutan.
Dengan bijak, Bupati Sirajudin Lasena menuntun para pelajar ini mengucap dengan urutan yang benar.
Sumpah Pemuda, kata Bupati adalah ikrar bersama para pemuda Indonesia pada tahun 1928 yang memiliki makna mendalam tentang persatuan, kesatuan, dan semangat kebangsaan.
“Ikrar ini menegaskan tekad untuk bersatu sebagai satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa, yaitu Indonesia, meskipun berasal dari beragam suku, agama, dan latar belakang.” *** GG









