Menu

Mode Gelap
Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek! Merah Putih Shooting Competition Digelar, Gubernur Optimistis Perbakin Bengkulu Raih Emas PON

Asahan · 22 Des 2022 02:24 WITA ·

Bupati Asahan Sidak Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Nataru


Bupati Asahan Sidak Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Nataru Perbesar

Kisaran,Sulutnews.com – Dalam rangka menjaga stabilitas harga jelang Natal dan Tahun Baru (NATARU), Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Tim Satgas Ketahanan Pangan bersama Danramil 06/Kisaran, Perwakilan dari Polres Asahan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, Dinas Kopdagin, Dinas Kesehatan Satpol PP, Bagian Perekonomian, Badan Urusan Logistik (BULOG) Badan Statistik Kabupaten Asahan, Camat Kota Kisaran Barat dan Camat Kota Kisaran Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di beberapa lokasi seperti Pasar Kartini, Pasar Inpres 2, Kilang Padi dan Gudang Bulog, Selasa (20/12/22).

Dari hasil pantauan Bupati Asahan yang diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian, M Azmy Ismail dalam sidak tersebut, diketahui bahwa hingga saat ini tidak ada lonjakan harga yang signifikan dari beberapa kebutuhan pokok yang dijual di pasaran. Beberapa bahan pokok masih dijual dengan harga yang relatif normal seperti harga daging ayam berkisar Rp. 24.000 – Rp. 25.000 per kilogram dan daging sapi Rp. 130.000 per kilogram. Sementara untuk beras premium berkisar Rp. 13.000 per kilogram, beras medium berkisar Rp. 11.000 per kilogram, minyak goreng Rp. 17.000 per liter, gula pasir berkisar Rp. 13.000 – Rp. 14.000 per kilogram dan telur ayam Rp. 53.000 per papan. Kemudian untuk bahan pokok lainnya juga masih relatif belum berubah seperti cabe merah dengan harga berkisar Rp. 40.000 – Rp. 42.000 per kilogram, cabe kecil/rawit dengan harga Rp. 50.000 per kilogram, bawang merah dengan harga Rp. 36.000 per kilogram dan bawang putih Rp. 28.000 per kilogram.

Dalam keterangannya Mohammad Azmy Ismail, AP mengatakan sidak yang dilakukan kali ini ini merupakan instruksi Bupati Asahan untuk memantau kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Nataru. “atas instruksi Bupati Asahan, sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi kenaikan harga yang melonjak diluar batas khususnya menyambut Nataru yang tinggal sebentar lagi”, ujar Azmy.

Menurut Azmy, dari hasil sidak ini diketahui bahwa kenaikan harga yang terjadi masih dalam batas kewajaran dan tidak begitu signifikan. “Selain harga cabe dan bawang yang mengalami sedikit kenaikan, harga beras dan minyak goreng juga mengalami kenaikan, namun tidak terlalu signifikan “, ujar Beliau. Lebih lanjut Azmy juga menjelaskan bahwa dari hasil peninjauan di Gudang Bulog, ketersediaan bahan pokok masih aman. “dari peninjauan kita ke Gudang Bulog, ketersedian stok beras sebanyak saat ini ada 200 ton, stok gula 5 ton dan stok minyak goreng 17.000 liter, dan relatif cukup hingga Nataru nanti”, pungkas Azmy.(*/Daniel)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Salud!!! Punguan Ompu Huta Batu Hidup Kembali Dengan Bernuansa Se-Indonesia

19 Januari 2026 - 22:12 WITA

Banjir di Rote Timur Sudah Ada Sebelum Pembangunan Tambak Garam, Dampak Positif Industri Didukung Masyarakat

19 Januari 2026 - 15:49 WITA

Bantuan CSR Pemprov NTT Dorong Pembangunan Gedung Ibadah di Rote Ndao

19 Januari 2026 - 12:56 WITA

KAPOLRES ROTE NDAO AKBP MARDIONO TINDAK TEGAS, KABAG OPS TERJUN LANGSUNG CEK PENJUALAN BBM

18 Januari 2026 - 15:07 WITA

Tidak Mau Masyarakat NTT Susah Usman Husen Bersuara Nyaring Demi Ekonomi NTT lewat Anakan Kopi

16 Januari 2026 - 07:16 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Desak Pembebasan Kawasan Hutan untuk Petani NTT Dalam RDP Komisi IV DPR RI

16 Januari 2026 - 07:05 WITA

Trending di Aceh
error: Content is protected !!