Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bisnis · 13 Apr 2026 11:39 WITA ·

BRI Finance Pertahankan Kualitas Pembiayaan, NPF Tetap Terjaga di Level 2,23%


BRI Finance Pertahankan Kualitas Pembiayaan, NPF Tetap Terjaga di Level 2,23% Perbesar

Jakarta, 11 April 2026 – Di tengah dinamika industri pembiayaan yang menunjukkan peningkatan risiko kredit dalam beberapa waktu terakhir, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga kualitas portofolio pembiayaannya secara solid. Hingga Februari 2026, rasio non-performing financing (NPF) Perseroan tercatat sebesar 2,23%, berada pada level yang sehat dan di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menerapkan prinsip kehati-hatian serta penguatan manajemen risiko secara berkelanjutan.

“BRI Finance secara disiplin menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses penyaluran pembiayaan, mulai dari seleksi debitur, analisis kelayakan, hingga penguatan monitoring portofolio secara berkala,” ujar Wahyudi.

Perseroan juga terus mengoptimalkan fungsi collection serta meningkatkan intensitas pemantauan pembayaran untuk mengantisipasi potensi pembiayaan bermasalah sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas aset sekaligus memastikan kinerja tetap terjaga di tengah tantangan eksternal.

Sejalan dengan itu, BRI Finance mencermati bahwa industri pembiayaan secara umum menghadapi tekanan terhadap kualitas pembiayaan, yang tercermin dari tren peningkatan rasio pembiayaan bermasalah dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan. Kondisi ini mendorong pelaku industri untuk semakin selektif dalam menyalurkan pembiayaan serta memperkuat pengelolaan risiko.

“Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada peningkatan biaya pencadangan serta mendorong industri untuk lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi, dengan tetap berfokus pada kualitas portofolio,” jelas Wahyudi.

Meski demikian, BRI Finance tetap melihat peluang pertumbuhan yang positif. Penyaluran pembiayaan baru pada awal tahun 2026 masih menunjukkan tren yang terjaga, meskipun dilakukan secara lebih selektif dengan mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat dan profil risiko debitur.

Hal ini sejalan dengan perkembangan industri yang tetap mencatat aktivitas pembiayaan, didukung oleh perbaikan aktivitas ekonomi dan kinerja sektor otomotif. Dalam konteks tersebut, pelaku industri cenderung menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

“Dengan penerapan manajemen risiko yang prudent serta penguatan monitoring dan collection, kami optimistis industri multifinance tetap memiliki ruang untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Wahyudi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

5 Mei 2026 - 13:54 WITA

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

5 Mei 2026 - 13:47 WITA

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

5 Mei 2026 - 13:30 WITA

Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?

5 Mei 2026 - 11:33 WITA

Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik

5 Mei 2026 - 11:32 WITA

Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA

5 Mei 2026 - 11:24 WITA

Trending di Bisnis