Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bisnis · 6 Apr 2026 11:55 WITA ·

Barang Ringan Tapi Ongkir Mahal? Trik Hitung Volume Saat Kirim Paket Ke Luar Negeri


Barang Ringan Tapi Ongkir Mahal? Trik Hitung Volume Saat Kirim Paket Ke Luar Negeri Perbesar

Kaget ongkir membengkak padahal barang ringan? Ketahui rahasia perhitungan berat volumetrik saat kirim paket ke luar negeri dan trik hemat untuk menyiasatinya.

Misteri Ongkos Kirim yang Tiba-Tiba Membengkak

Banyak pelanggan yang merasa bingung sekaligus terkejut ketika menerima tagihan ongkos kirim ekspedisi yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi awal mereka. Kondisi ini paling sering terjadi ketika Anda kirim paket ke luar negeri berupa barang-barang yang jika ditimbang terasa sangat ringan, namun secara fisik memakan banyak tempat. Contoh barang seperti ini meliputi jaket tebal musim dingin, boneka berukuran besar, atau kerajinan tangan berbahan rotan. Penyebab utama dari lonjakan harga yang tiba-tiba ini adalah sebuah sistem perhitungan logistik internasional yang dikenal dengan istilah berat volumetrik (chargeable weight).

Memahami Berat Aktual vs Berat Volumetrik

Pada dasarnya, maskapai penerbangan mengalokasikan tarif kargo berdasarkan kapasitas ruang yang terpakai di dalam lambung pesawat, bukan sekadar dari berat timbangan saja. Oleh karena itu, pihak kurir akan selalu membandingkan berat asli barang (berat aktual) dengan ukuran kardus pelindungnya (berat volumetrik). Rumus internasional yang paling umum digunakan untuk menghitung berat volumetrik adalah: Panjang x Lebar x Tinggi (dalam satuan sentimeter) dibagi 5.000. Selanjutnya, sistem logistik akan secara otomatis menagihkan biaya ongkos kirim berdasarkan angka mana yang paling besar di antara kedua perhitungan tersebut.

Trik Cerdas Memangkas Biaya Volumetrik

Untuk menyiasati pembengkakan biaya ini, Anda harus cerdik dalam melakukan pengemasan. Pertama, pastikan Anda menggunakan kardus yang ukurannya benar-benar pas dengan dimensi barang, serta potong ruang kosong yang berlebihan. Selanjutnya, jika Anda mengirimkan produk berupa pakaian atau tekstil, memanfaatkan teknik kemasan hampa udara (vacuum bag) bisa sangat membantu mengecilkan dimensi paket secara drastis. Dengan melakukan sedikit penyesuaian yang cermat pada ukuran kemasan, tagihan ongkos kirim Anda bisa turun secara signifikan.

Menghitung estimasi biaya dan dimensi saat kirim paket ke luar negeri kini tidak perlu lagi membuat Anda khawatir akan tagihan yang membengkak. Tim operasional Airway Express selalu siap memberikan layanan konsultasi gratis terkait efisiensi dimensi kemasan sejak awal proses pengiriman. Melalui panduan dan evaluasi yang tepat, Airway Express akan membantu Anda merapikan metode packing agar terhindar dari perhitungan biaya volumetrik yang merugikan, sekaligus memastikan ongkos kirim Anda tetap efisien, aman, dan masuk akal.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 952 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

1 Mei 2026 - 21:20 WITA

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

1 Mei 2026 - 19:09 WITA

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

1 Mei 2026 - 16:46 WITA

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

1 Mei 2026 - 15:49 WITA

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

1 Mei 2026 - 13:00 WITA

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

1 Mei 2026 - 12:17 WITA

Trending di Bisnis