Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Jakarta · 8 Sep 2025 22:41 WITA ·

Bantuan Kemanusiaan dari NGO Ringankan Penderitaan Warga Palestina


Dr. Ferooze Ali dari Universitas Sultan Zainal Abidin Trengganu Malaysia (kiri, depan) dan Dr. Asep Setiawan dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (kanan, depan) berdiskusi tentang peran NGO dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, Senin 8 September 2025 (Foto: Dok. FISIP UMJ) Perbesar

Dr. Ferooze Ali dari Universitas Sultan Zainal Abidin Trengganu Malaysia (kiri, depan) dan Dr. Asep Setiawan dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (kanan, depan) berdiskusi tentang peran NGO dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, Senin 8 September 2025 (Foto: Dok. FISIP UMJ)

Jakarta,Sulutnews.com – Peran Organisasi Non-Pemerintah (NGO) sangat penting dalam ikut membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina, apalagi dalam situasi sekarang di Gaza, dimana Israel terus melakukan pembunuhan terhadap warga Palestina yang sedang dilanda kesulitan hidup dan kelaparan.

Demikian pandangan Dr. Ferooze Ali dari Universitas Sultan Zainal Abidin Terengganu Malaysia dalam diskusi terbatas di Laboratorium Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ), Senin (8/9).

Diskusi politik itu berkaitan dengan rencana penerbitan buku berjudul “NGOs and Malaysian Foreign Aid to Palestina”. Diskusi tersebut diselenggarakan atas kerjasama Asia Middle East Center for Research and Dialogue (AMEC-Malaysia) dengan Prodi Ilmu Politik dan Magister Ilmu Politik FISIP UMJ.

Penanggap dalam diskusi itu adalah Hamka M.Si, Analisa Fitria Sari, dan Andrea Shera Renjani dari AMEC Jakarta, dengan moderator Dr. AsepSetiawan, Dosen Program Studi Magister Ilmu Politik FISIP UMJ.

Dr. Ferooze Ali lebih lanjut mengemukakan, bantuan kemanusiaan bagi bangsa Palestina dari NGO di berbagai negara termasuk Indonesia dan Malaysia harus terus dilanjutkan, ditingkatkan, bahkan diperluas.

Namun demikian, menurut dia, di tengah bantuan kemanusiaan yang terus berlangsung, NGO perlu berbenah diri dengan meningkatkan profesionalisme melalui pelatihan-pelatihan terkait dan relevan, sehingga pemberian bantuan efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat Palestina.

Ia juga menekankan pentingnya kerjasama antar NGO. Di Malaysia, lanjutnya, ada NGO yang fokus membangun masjid, fokus kepada kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan lain-lain, namun kerjasama di antara mereka kurang terjalin dengan baik.

Dosen Universitas Sultan Zainal Abidin Malaysia itu juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam pemberian bantuan. Dengan adanya transparansi, maka mereka yang memberikan bantuan dapat diketahui publik sebagai bagian dari pertanggungjawaban.

Hal ini terkait dengan nilai bantuan tersebut yang dalam konteks Islam tidak hanya bernilai kebendaan, tetapi juga bernilai reiligius yang sejatinya memiliki derajat tinggi dalam Islam.

Bantuan Muhammadiyah

Sementara itu Dosen Prodi Ilmu Politik FISIP UMJ Hamka MSi yang selama setahun terakhir memimpin penelitian mengenai bantuan kemanusiaan Muhammadiyah ke Gaza sejak konflik 7 Oktober 2023 menjelaskan, Muhammadiyah sudah banyak melakukan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina.

Bahkan, menurut Hamka, bantuan kemanusiaan Muhammadiyah itu terus berjalan sampai sekarang ketika Israel masih terus melakukan pemboman terhadap warga Palestina di Gaza.

Oleh sebab itu, ia menggarisbawahi bahwa bantuan NGO merupakan elemen penting, terutama ketika serangan Israel terus mentargetkan anak-anak, perempuan dan masyarakat Palestina yang sedang menderita kelaparan.

Namun ditegakasn oleh Hamka bahwa dalam kerangka lebih luas, solusi politik harus dilakukan secara serius oleh berbagai negara di dunia, terutama negara-negara Islam.

Terkait kajian mengenai peran NGO di Indonesia, khususnya Muhammadiyah, Hamka menemukan tiga hal penting. Pertama, Muhammadiyah memainkan peran strategis dalam diplomasi kemanusiaan terkait konflik Israel-Palestina dengan memperkuat upaya diplomasi melalui misi kemanusiaan termasuk pengiriman bantuan ke Gaza.

Kedua, partisipasi Muhammadiyah dalam membantu korban konflik Gaza memperkuat citra Indonesia di mata dunia sebagai aktor non-negara dalam program kemanusiaan.

Ketiga, kolaborasinya dengan mitra internasional mendukung inisiatif perdamaian yang selaras dengan kebijakan luar negeri Indonesia. Temuan-temuan ini, jelas Hamka, berkontribusi dalam memahami dampak diplomasi kemanusiaan dalam hubungan internasional.

Sementara itu laporan media massa di Malaysia menyebutkan, bantuan NGO Malaysia di bawah koordinasi Humanitarian Trust Fund for Palestine (AAKRP) ke Palestina dari 2023 sampai 2025 mencapai 99 juta Ringgit atau sekitar Rp 383,4 milyar

Di pihak lain, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, sebagaimana laporan media di Indonesia, menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah menyalurkan dana sebesar Rp 40 milyar untuk Palestina dalam dua periode.

Periode pertama dari 2018 hingga 2023, sebelum konflik terbaru, Muhammadiyah menyumbangkan Rp. 27 milyar, sedangkan pada periode kedua tercatat mencapai Rp 13 milyar.
Muhammadiyah juga memberikan bantuan dalam bentuk makanan dan obat-obatan.

Selain Muhammadiyah, NGO di Indonesia yang aktif memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza Palestina antara lain Dompet Dhuafa, Aqsha Working Group (AWG), Maemuna Center Indonesia, dan MER-C Indonesia.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 938 kali

Baca Lainnya

Ketum PWI Pusat Ajak Wartawan Menata Mental dalam Buka Puasa Bersama Pengurus PWI

11 Maret 2026 - 23:44 WITA

Tindak Lanjut SK Pelepasan HPK, Wabup Muba Koordinasi Percepatan TORA di Jakarta

4 Maret 2026 - 21:53 WITA

Ultimatum Konstitusional: Kebijakan Presiden Tidak Kebal Uji

2 Maret 2026 - 22:19 WITA

Imigrasi Siaga Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

2 Maret 2026 - 19:55 WITA

Rayakan HUT Pertama Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid Akan Kunjungi Rote Ndao

27 Februari 2026 - 22:19 WITA

PWI Pusat Hadiri Buka Puasa Bersama Kapolri, Perkuat Komunikasi dan Sinergi Dengan Insan Pers

25 Februari 2026 - 23:06 WITA

Trending di Jakarta