Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bisnis · 28 Nov 2024 22:49 WITA ·

Bacirita APBN : Kinerja APBN hingga Oktober 2024 Masih On-Track Ekonomi Sulut Tumbuh 5,21% Pada Triwulan III TA 2024


Bacirita APBN : Kinerja APBN hingga Oktober 2024  Masih On-Track Ekonomi Sulut Tumbuh 5,21% Pada Triwulan III TA 2024 Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Pertumbuhan ekonomi global masih dibayangi risiko dan ketidakpastian, antara lain  disebabkan oleh dinamika pasar keuangan (volatilitas nilai tukar & yield), volatilitas harga minyak, gejolak geopolitik di timur tengah, serta lemahnya prospek pertumbuhan global, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) secara umum juga menunjukkan penguatan seiring dengan  tetap kuatnya aktivitas perekonomian dan masyarakat. Hal ini ditunjukkan dari beberapa indikator. Pertama, untuk pertumbuhan ekonomi di Sulut tumbuh 5,21% pada triwulan III TA 2024.

Untuk tingkat inflasi, secara year on year Indonesia mengalami inflasi sebesar 1,71%. Sementara  itu untuk Sulawesi Utara, dalam periode yang sama mengalami inflasi sebesar 2,58%. Selanjutnya,  Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Utara pada bulan Oktober 2024 naik 1,00 persen menjadi  113,27. Sebaliknya, Nilai Tukar Nelayan (NTN) mengalami penurunan dari 108,48 di bulan  September ke 108,41 di bulan Oktober 2024. Dari sisi kinerja neraca perdagangan, Neraca  Perdagangan (Ekspor Impor) di Sulawesi Utara pada Oktober 2024 tercatat surplus 70,71 Juta  USD dan menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan September yang berada pada 50,36 Juta USD.

Hal tersebut disampaikan Heri Utomo Kakanwil DJPB Sulut, dalam paparan penyampaikan kinerja APBN sampai dengan 31 Oktober 2024 bahwa ALCo Regional bertugas menyusun proyeksi realisasi dan rekomendasi langkah-langkah mitigasi risiko penerimaan, belanja, dan pembiayaan APBN 2024, Kamis, 28 November 2024.

Dijelaskan bahwa dari sisi pemerintah, APBN tetap menjadi shock absorber dampak dari gejolak dan ketidakpastian ekonomi di tingkat global. Atas pelaksanaan APBN di Sulawesi Utara, Pendapatan telah terealisasi sebesar Rp4.350,97 miliar atau 75,49% dari target yang telah
ditetapkan, atau tumbuh 3,46% (yoy).

Pendapatan perpajakan menjadi sumber utama pendapatan negara dalam APBN. Tercatat realisasi penerimaan pajak di Sulawesi Utara sampai dengan akhir Oktober 2024 adalah sebesar Rp3.129,53 miliar atau telah terealisasi sebesar 72,11% dari target penerimaan perpajakan tahun 2024.

Selain dari penerimaan pajak, salah satu sumber pendapatan negara adalah dari pendapatan bea dan cukai dimana realisasi sampai dengan akhir Oktober 2024, dilaporkan pendapatan bea dan cukai telah terealisasi sebesar Rp57,90 miliar. Sampai dengan bulan Oktober 2024 penerimaan Cukai terealisasikan sebesar Rp30,66 miliar, dan Bea Masuk sebesar Rp18,17 miliar serta realisasi Bea Keluar sebesar Rp9,07 miliar.

Selain dari Perpajakan dan Bea Cukai, Pendapatan APBN lainnya adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Capaian PNBP s.d 31 Oktober 2024 adalah sebesar Rp1.221,44 miliar atau 85,79% dari target. Realisasi PNBP tumbuh 6,74% secara year on year dari periode yang sama tahun 2023.

Dari sisi Belanja APBN, telah terealisasi sebesar 77,76% dari alokasi/pagu, atau tumbuh 7,39% dengan nilai realisasi sebesar Rp18.757,80 miliar. Dana Transfer ke Daerah, Belanja Pegawai dan Belanja barang menjadi komponen belanja terbesar yang ada. Belanja Pegawai telah terealisasikan 84,32 % dari total pagu. Sedangkan untuk realisasi Belanja Barang terealisasikan 63,26%. Sampai dengan akhir Oktober ini, berdasarkan pelaksanaan APBN di Sulawesi Utara  tercatat defisit sebesar Rp14,4 triliun.

Transfer Ke Daerah (TKD) sampai dengan akhir Oktober 2024 telah disalurkan Rp11.399,79 miliar atau 83,98% dari pagu. Dari angka tersebut, DAU menempati porsi terbesar realisasi TKD di wilayah Sulawesi Utara dengan realisasi Rp7.751,69 miliar dan disusul DAK Non Fisik dengan realisais Rp1.418,95 triliun.

“Dapat disimpulkan, di tengah dinamika ketidakpastian global yang masih tinggi, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada kuartal III terjaga positif 5,21% didukung konsumsi yang terjaga kuat. Di samping itu, kinerja APBN hingga Oktober 2024 terus dioptimalkan sebagai shock absorber atau countercyclical dalam melindungi masyarakat dan menjaga kestabilan perekonomian” ucap Hery.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,045 kali

Baca Lainnya

Alphabet Melesat: AI dan Cloud Dorong Laba 85%, Saham Langsung Terbang 9,3%

4 Mei 2026 - 15:46 WITA

Tips Kirim Uang ke Luar Negeri: Lebih Efisien di Tengah Kurs yang Dinamis

4 Mei 2026 - 15:42 WITA

BINUS Online Future Festival Bekali Generasi Muda untuk Memahami Potensi Diri & Lebih Siap Memulai Karier

4 Mei 2026 - 15:35 WITA

Apa Itu Flight to Safety? Strategi saat Pasar Tidak Stabil

4 Mei 2026 - 14:19 WITA

Berdayakan Generasi Muda, BINUS @Medan Perkuat Peran sebagai Penggerak Pengembangan Talenta Kota Medan

4 Mei 2026 - 14:01 WITA

NPF Terkendali di 2,23%, BRI Finance Tunjukkan Ketahanan Kualitas Aset

4 Mei 2026 - 13:25 WITA

Trending di Bisnis