Tahuna, Sulutnews.com – Hendrikus Katiho biasa disapa Pa Ara Nendi, ia adalah sosok maestro pelayaran rakyat yang melayani wilayah kecamatan Kepulauan Tatoareng selama puluhan tahun.
Kisah Ara Nendi menggeluti jasa transportasi tersebut bermula dari mesin gantung 8 PK, yang ia dapati dari hasil menangkap ikan dan ia juga sempat bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal Lapango Murni dengan gaji 15 ribu.

Tak tinggal diam dan hanya berharap dari upah sebagai ABK, Ara Nendi juga melakoni bisnis kecil-kecilan membeli barang dari Manado dan di jual di Kahakitang.
Setelah uangnya dirasa cukup sekitar lima jutaan, Ara Nendi pun memutuskan membeli mesin 8 Pk dengan harga dua jutaan dan membuat perahu pamo ukuran sedang, tujuannya hanya untuk menjual hasil perikanan, pada tahun 1997.
Lambat laung sudah ada yang menumpang dari Tahuna ke Kahakitang, perahu kecil itu menjadi salah satu moda transportasi dikala itu.
Hingga pada tahun 2002, tatkala cengkih berbuah lebat di pulau Kalama Kecamatan Tatoareng, Pa Ara Nendi pun melayani para penjual cengkih dari pulau Kalama ke Tahuna, pada waktu itu harga cengkih sekitar seratus ribu.
Pundi-pundi Rupiah mulai meningkat, ia kemudian membeli mesin 40 PK dan membuat perahu baru dengan ukuran cukup besar di beri nama Santa Veronica 1 dengan panjang 16 meter.
Sang istri Hosiana Saluhang, sapaan akrabnya Ma Ara, mulai mendampingi suami dalam pelayaran, meski ia harus beradaptasi dengan kondisi laut dan harus melawan mabuk laut sewaktu-waktu saat musim berombak, namun keteguhan hatinya ia berhasil melewati dan akhirnya menjadi pelaut wanita yang tangguh.
Tugas Ma Ara, menagih tiket penumpang dan barang juga sebagai bendahara mengelola keuangan.

Rupanya bisnis transportasi tersebut menjanjikan, ia mulai mengangkut penumpang dari pulau-pulau di sekitar Tatoareng, muali dari pulau Para, Para Salingkere, Mahengetang, Kahakitang dan Kalama.
Karena moda transportasi satu-satunya yang melayani kecamatan Tatoareng, membuat bisnis Ara Nendi semakin sehat sampai akhirnya mereka memutuskan membuat kapal baru diberi mana Santa Veronica 2 pada tahun 2018.
Kapal dengan panjang dua puluhan meter tersebut akhirnya menjadi primadona bagi masyarakat di kecamatan Tatoareng, hadirnya kapal dengan ukuran cukup besar itu membantu mobilisasi barang dan penumpang dari Tatoareng ke Tahuna dan sebaliknya.
Pada waktu itu juga ada kapal lain yang hadir untuk melayani wilayah kecamatan Tatoareng, namun dengan jadwal hari pelayaran yang berbeda. KM Santa Veronica 2 melayani penumpang dan barang dua kali dalam seminggu.
Tak terasa memasuki tahun 2020, tantangan mulai muncul soal Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengalami perubahan kebijakan dan regulasi hal itupun menjadi masalah yang harus di hadapi Ara Nendi yang terus di dampingi sang istri.
Anak mereka Denny Katiho, juga mulai terlibat dengan bisnis transportasi itu, ia membantu sang ayah sebagai nakhoda kapal.
Pada tahun 2024, KM Santa Veronica 3 akhirnya di luncurkan untuk menggantikan posisi KM Santa Veronica 2 yang di pensiunkan.
Kapal dengan ukuran besar ini hadir dengan konsep dek yang baru memberi banyak ruang bagi penumpang untuk beristirahat di dek bawah dan atas.
Rupanya jasa dan kontribusi Ara Nendi, telah menyita perhatian pemerintah Daerah sehingga
Pada tahun yang sama Ara Nendi mendapatkan penghargaan dari Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Wounde, pada 27 September 2024.
Dalam pengharapan itu tertulis “Pelayanan Masyarakat Melalui Pelayaran Rakat”.
Hadirnya penghargaan itu mendedikasikan bahwa usaha masyarakat dalam membantu pertumbuhan ekonomi di daerah patut di apresiasi oleh Pemerintah.
“Jika melihat perjuangan dari awal merintis usaha ini, kami sekeluarga telah melewati berbagai tantangan, namun syukur Tuhan menolong dan kami bisa bertahan hingga saat ini” kata Ara Nendi.
Ia mengatakan kerja sama yang baik antara istri dan anak yang terus saling menopang juga keuletan sang istri dalam mengelola keuangan menjadi salah satu kunci suksesnya usaha pelayaran itu.
“Kalau soal keuangan istri yang mengelolanya ia sangat piawai dalam mengurus keuangan kami, sehingga kami bisa membangun kapal baru yang lebih besar agar bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Tatoareng” ungka Ara Nendi menutup. (Andy Gansalangi)





