Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sangihe · 25 Nov 2025 23:05 WITA ·

APBD 2026 Tetap Sisihkan 40,55 M Bayar Utang PEN, Meski Fiskal Sangihe Terbatas


APBD 2026 Tetap Sisihkan 40,55 M Bayar Utang PEN, Meski Fiskal Sangihe Terbatas Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memastikan kewajiban pembayaran utang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tetap menjadi prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Meski ruang fiskal daerah semakin terhimpit, total Rp 40,55 miliar tetap dialokasikan untuk pelunasan pokok utang dan bunga PEN.

Kepastian itu disampaikan Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, ketika memaparkan Ranperda APBD 2026 serta Nota Keuangan dalam rapat paripurna DPRD Sangihe di Gedung Dewan, Selasa (25/11/2025).

Dalam presentasinya, Thungari menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak mengurangi kewajiban daerah terhadap belanja yang bersifat wajib dan mengikat. Salah satunya adalah pembayaran utang PEN yang harus diakomodasi dalam penganggaran tahun 2026.

“Kita mengutamakan belanja-belanja wajib, mengikat, dan mendesak. Termasuk di dalamnya kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman PEN,” ujar Bupati.

Berdasarkan nota keuangan yang diserahkan ke DPRD, dana Rp 40,55 miliar tersebut dimasukkan pada pos pengeluaran pembiayaan daerah. Sementara itu, sisi penerimaan pembiayaan diproyeksikan berasal dari SILPA 2025 yang ditaksir mencapai Rp 15,94 miliar.

Thungari juga mengakui bahwa kondisi fiskal 2026 akan menghadapi tekanan berat, terutama akibat menurunnya transfer dari pemerintah pusat. Penurunan alokasi transfer ini memaksa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan efisiensi di hampir seluruh pos belanja.

Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat meninjau ulang kebijakan pengurangan transfer ke daerah, agar penyusunan APBD 2026 dapat berlangsung lebih proporsional dan tidak menghambat pelayanan serta pembangunan.

Menutup penyampaiannya, Bupati meminta dukungan DPRD agar proses pembahasan anggaran dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi masyarakat Kepulauan Sangihe.
(Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,011 kali

Baca Lainnya

2 Nama Calon Direktur Polnustar Panitia Buka Kesempatan Calon Lain

11 Maret 2026 - 14:14 WITA

Bupati Thungari, Musrenbang RKPD 2027 Dorong Transformasi Digital dan Konektivitas

10 Maret 2026 - 18:05 WITA

Birokrat Senior Sulut H R Makagansa Tutup Usia, Tinggalkan Warisan Pengabdian

9 Maret 2026 - 21:41 WITA

Kisah Bripka Ramadhan Gobel Menjaga Integritas Lewat Rumah Makan Sederhana

5 Maret 2026 - 17:31 WITA

Tarian Ampa Wayer Dalam Dinamika Modern, Namun Sarat Makna Identitas

4 Maret 2026 - 23:44 WITA

Bupati Michael Thungari Tekankan Integritas dan Akuntabilitas Aset dalam Apel Kerja Bersama ASN Sangihe

4 Maret 2026 - 10:14 WITA

Trending di Sangihe