Davao City, Sulutnews.com — Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Davao City, Agus Trenggono, menghadiri undangan resmi dan menyampaikan pesan dukungan pada pembukaan BARMM Tourism Summit 2025 yang digelar di KCC Convention Center, Cotabato City, Selasa (16/9/2025). Kehadiran Agus Trenggono mewakili Duta Besar RI untuk Manila, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia memperkuat kerja sama pariwisata dan budaya dengan Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM).

Acara pembukaan menampilkan pidato utama dari Hon. Christina Garcia Frasco, Menteri Pariwisata Filipina, disusul pesan dari Hon. Farserina A. Mohammad, Menteri Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (MTIT-BARMM), serta sambutan hangat Hon. Mohammad C. Matabalao, Wali Kota Cotabato. Seluruhnya menekankan pentingnya kolaborasi, investasi, dan pelestarian budaya sebagai motor pembangunan pariwisata di kawasan BARMM.
Dalam sambutannya, Agus Trenggono menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Bangsamoro atas keberhasilan penyelenggaraan forum tersebut. Ia menegaskan bahwa pariwisata tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga efektif dalam menjaga perdamaian, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat.

Konjen RI Davao itu juga menyoroti pengalaman Indonesia dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Dari pelestarian batik dan kain tenun, pengembangan destinasi ekowisata, hingga promosi wisata religi lintas agama seperti Islam, Katolik, Budha, dan Hindu — semuanya menunjukkan pluralitas budaya Indonesia yang berpadu dalam pariwisata berkelanjutan serta berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Momen ini turut dimanfaatkan untuk mempromosikan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, salah satu pameran dagang internasional terbesar di Indonesia. Agus Trenggono mengundang pelaku usaha BARMM untuk berpartisipasi, menjajaki peluang kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata.
“Indonesia siap berkolaborasi dengan BARMM dalam kerangka BIMP-EAGA, khususnya di sektor pariwisata halal, promosi budaya, dan ekowisata,” tegas Agus Trenggono menutup sambutan.(KJRI Davao City/Andy Gansalangi)





