Sulutnews.com Bengkulu Selatan – pemerintah desa sukamaju kecamatan air nipis dalam merealisasikan dana desa sesuai temuan media ini sering kali lakukan kerugian keuangan desa sukamaju.
Sesuai penelusuran media ini pemerintah desa ini pada realisasi dana desa tahun lalu diduga rugikan keuangan desa, pada kegiatan pengadaan sapi di desa sukamaju. Sementara tahun ini pemerintah desa sukamaju kembali realisasikan dana desa pada pembangunan Lapen dengan dana yang nilainya lumayan besar mencapai Rp.240jt.
Pembangunan jalan lapen ini dianggarkan melalui dana desa tahun anggaran 2025, yang mana di duga pengerjaannya asal jadi dan kuat dugaan rugikan keuangan desa sukamaju kecamatan air nipis.
Saat awak media lakukan investigasi lapangan disana terlihat jelas pembangunan jalan lapen desa sukamaju dikerjakan asal jadi, terlihat mulai dari persiapan lokasi, tampak pengerasan tanah badan jalan tidak di lakukan sebab saat media ini lakukan investigasi lapangan material yang sudah ditabur dibadan jalan bergerak dan pindah posisi saat di lintasi kendaraan.
Hamparan material tampak tipis tidak selayaknya lapen yang dibangun di daerah lainnya, disamping itu juga patut diduga HOK pengerjaan jalan ini banyak yang fiktif. Hal itu dibuktikan dengan pekerja yang dilokasi pembangunan jalan hampir 75% berasal dari luar desa sukamaju.
Salah satu operator alat berat yang ada di lokasi saat di konfirmasi menyatakan bahwa alat tersebut menggunakan alat PUPR bengkulu Selatan yang di sewa oleh pemerintah desa sukamaju selama tiga hari.
Terpisah sekdes pemerintah desa sukamaju Ansari saat di konfirmasi tampak berbelit belit, dan mengakui bahwa pekerjaan itu memang hasilnya tidak akan seperti lapen bagaimana biasanya, karena beliau menyatakan dana tersebut terlalu kecil.
“Sudah banyak yang bertanya dengan pekerjaan lapen kami ini, apakah selesai atau tidak. Karena dananya sangat kecil namun kami tetap akan menyelesaikannya meskipun hasilnya nanti tidak sama dengan lapen seperti biasanya” ujar sekdes.
Untuk di ketahui Jalan lingkungan yang di tingkatkan menjadi lapen kini jadi sorotan, kegiatan ini berlokasi di desa sukamaju kecamatan air nipis kabupaten Bengkulu Selan, proyek ini di kerjakan menggunakan dana desa sukamaju tahun anggaran 2025 dengan pagu anggaran Rp.240.000.000 yang mana volume pekerjaan 620,8M X 3M.
Sementara itu Nazarman salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan juga turut menyoroti pembangunan jalan lapen desa sukamaju yang di nilai bahwa jalan ini seharusnya sudah layak dibangun lebih baik. Sebab pembangunan tersebut adalah peningkatan yang mana jalan yang dibangun sudah lama terbentang dan memang tidak memerlukan pengerasan lagi yang terlalu, apalagi jalan tersebut berada di tengah kebun sawit beberapa warga yang semestinya pembangunannya belum terlalu penting melihat jalan tersebut tidak terlalu mendukung ke pertanian warga.
“Kita melihat pembangunan ini tidak efektif dan efisien, bagaimana tidak peningkatan jalan ini belum terlalu dibutuhkan karena kita melihat daerah yang di untungkan oleh jalan tersebut sekedar beberapa orang yang memiliki kebun sawit di sekitarnya” terang Nazarman.
Atas adanya realisasi dana desa di desa sukamaju ini tepatnya pada pembuatan jalan lapen patut diduga disamping adanya dugaan kerugian keuangan desa, pembangunan tidak efektif dan efisien, oleh karena itu kita berharap pihak pihak terkait agar dapat dengan serius lakukan audit pada realisasi dana desa di desa sukamaju kecamatan air nipis tersebut, tutup Nazarman. (JN)





