Sulutnews.com Bengkulu Selatan – terkait adanya pemberitaan pada penerbitan sebelumnya di media ini, yang mana dalam pemberitaannya oknum kepala desa di kecamatan air nipis diduga lakukan hubungan terlarang dengan salah satu wanita bersuami nampaknya menghilangkan akal sehat oknum kepala desa tersebut.
Oknum kepala desa di kecamatan air nipis tersebut kirimkan pesan singkat dengan salah satu anggota tim wartawan media ini, sebuah pesan singkat yang bernuansa intimidasi yang di perkirakan bertujuan untuk membungkam awak media agar tidak mempublikasikan kejadian yang di peroleh awak media tentang dirinya yakni dugaan hubungan terlarang dengan salah satu wanita ber istri.
Oknum kepala desa dalam pesan singkat yang di kirimnya menyatakan “hati hati bilangin dek kalau lepas PNS itu nanti dek” ujar oknum kepala desa kecamatan air nipis yang diduga lakukan hubungan terlarang dengan seorang wanita ber istri.
Darsoni salah satu anggota tim media ini menyatakan bahwa dirinya tidak tau apa maksud oknum kepala desa tersebut, “sebab oknum kepala desa saat di konfirmasi dengan tegas membantah adanya hubungan perselingkuhan itu dan bantahannya sudah di muat dalam pemberitaan namun kenapa oknum kepala desa itu kembali mengirim pesan singkat dengan saya yang bernuansa seakan hendak mengancam atau mengintimidasi saya terkait dugaan perselingkuhan yang di lakukannya. Hal yang aneh di perlihatkan oleh oknum kepala desa kecamatan air nipis dirinya membantah tapi tampak kepanasan hingga mengintimidasi wartawan” ujar Darsoni.
“Melihat tingkah oknum kades tersebut semakin meyakinkan bahwa oknum kepala desa kecamatan air nipis tersebut mulai salah tingkah dan kehilangan akal sehat, sehingga membuat dirinya tidak tau apa yang di lakukannya sudah menyalahi aturan, yang dapat menimbulkan masalah baru bagi dirinya” ungkap Darsoni.
Masih Darsoni, kita juga meminta agar oknum kepala desa kecamatan air nipis yang di duga lakukan hubungan terlarang dengan salah satu wanita bersuami tersebut agar berlapang dada meminta maaf secara terbuka, lakukan klarifikasi terkait pesan singkat yang bernuansa ancaman tersebut apabila tidak ada niat baik atas tindakan itu, kita tidak segan segan melaporkan hal itu dengan pihak yang berwajib, tegas Darsoni.
Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi dengan pihak berkompeten lainnya sedang di upayakan. (JN)





