Sulutnews.com Bengkulu Selatan – pemerintah kabupaten Bengkulu Selatan memberikan bantuan Pompa Air kepada kelompok tani secara gratis, tapi ternyata program tersebut di duga menjadi ajang Pungutan Liar (Pungli) oknum Dinas Pertanian kabupaten Bengkulu Selatan.
Pungli tersebut di ketahui usai terungkapnya pengakuan kelompok penerima bantuan pompa air yang menceritakan dengan bahwa mereka mendapatkan bantuan pompa air dengan menyetorkan sejumlah uang dengan dua oknum ASN dinas pertanian Bengkulu selatan.
“Ya kami mendapatkan bantuan pompa air dari dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan, tapi katanya gratis cuman kami ada di pungut biaya namun meskipun impormasi nya gratis kami takut tidak memberikan biaya yang di minta, takutnya kami tidak dapat nanti sebab banyak kelompok yang ingin bantuan tersebut” ujar sumber yang meminta namanya untuk tidak di publik kan berikut nama kelompoknya agar tetap di rahasiakan, takutnya kalau jadi penghalang bagi kelompoknya untuk pengusulan bantuan nantinya.
Dengan beredarnya informasi mengenai dugaan pungutan liar (pungli) pada pembagian mesin air kepada kelompok tani di beberapa daerah. Beberapa kelompok tani menerangkan bahwa saat itu dua oknum ASN dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan meminta sejumlah uang untuk dari kelompok penerima bantuan mesin air yang seharusnya diterima secara gratis namun tetap juga ada pungutan.
Kejadian ini merusak Marwah bantuan yang di salurkan oleh pemerintah yang semestinya murni untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan hasil pertaniannya, sama halnya dengan apa yang terjadi pada penyaluran bantuan pemerintah melalui dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan yakni pada bantuan pompa air.
Dua orang oknum ASN dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan diduga kuat lakukan pungli tersebut pada bantuan pompa air yang di bagikan terhadap beberapa kelompok yang tersebar di beberapa desa di kabupaten Bengkulu Selatan.
Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi dengan pihak berkompeten lainnya masih sedang di upayakan, kedua oknum ASN dinas pertanian yang bersangkutan juga belum memberikan tanggapannya. (JN)





