Sulutnews.com Bengkulu Selatan – lagi lagi pelayanan kesehatan di kabupaten Bengkulu Selatan, tepatnya di puskesmas seginim tunjukkan pelayanan yang tidak baik, hal ini terjadi terhadap salah satu warga desa babatan kecamatan seginim pada beberapa hari yang lalu.
Salah satu warga desa babatan Endriyani yang mendatangi puskesmas seginim kecamatan Seginim untuk meminta surat rujukan anaknya yang baru mengalami kecelakaan ditolak mentah mentah oleh petugas puskesmas seginim dengan alasan dana BPJS habis.
Endriyani merasa tidak puas dengan penolakan tersebut dirinya sampai beberapa kali ke puskesmas seginim tersebut untuk urusan yang sama, ingin meminta surat rujukan anaknya yang mengalami kecelakaan agar dapat dibawa berobat keluar kecamatan Seginim.
Endriyani merasa kesal akibat surat rujukan tersebut tak kunjung di dapatkannya, padahal dirinya sangat membutuhkan surat tersebut melihat kondisi anaknya yang hingga saat ini masih belum baik baik saja dan terus menerus mengeluhkan sakit di bagian dada.
Saat di konfirmasi media ini Endriyani menjelaskan bahwa dirinya sudah kewalahan untuk memperjuangkan surat rujukan di puskesmas seginim.
“Saya sudah beberapa kali mendatangi puskesmas seginim untuk meminta surat rujukan anak saya yang mengalami kecelakaan, namun hingga saat ini saya tak kunjung mendapatkan surat tersebut, petugas puskesmas seginim yang bertugas di saat saya datangi menyatakan bahwa saya tidak bisa ambil surat rujukan anak saya karena dana BPJS habis” ungkap Endriyani.
Salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan Nazarman menyayangkan apa yang terjadi di puskesmas seginim, dirinya menyatakan semestinya puskesmas seginim jangan mempersulit masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
“Pemerintah sudah sangat jelas menyatakan komitmennya terhadap kesehatan masyarakat, mestinya apa yang terjadi di puskesmas seginim tidak boleh di lakukan, kalaupun memang terkendala dengan dana BPJS habis setidaknya pihak puskesmas memberikan solusi pelayanan dulu, urusan pembayaran bisa di pikirkan nanti namun keselamatan dan kesehatan warga hendaknya di kedepankan, apakah warga harus di tunggu mati sembari menunggu dana BPJS tersedia baru mendapat pelayanan” tegas Nazarman.
Nazarman juga berharap agar kiranya apa yang di lakukan oleh petugas puskesmas seginim dalam melayani masyarakat yang dinilai tidak baik dan mempertaruhkan nyawa masyarakat di beri sanksi yang tegas, sebab pelayanan yang mereka pertunjukkan bertolak belakang dengan program pemerintah, terlebih pada masa Bupati Bengkulu Selatan saat ini, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi adalah program prioritas pemerintah saat ini.
Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi dengan pihak puskesmas dan yang berkompeten lainnya masih sedang di upayakan. (JN)





