Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 31 Mei 2025 18:41 WITA ·

Eksploitasi Anak di Balik Derap Kuda Rote Ndao: Sebuah Ironi


Caption : (LPAI) Seto Mulyadi atau karib disapa Kak Seto Perbesar

Caption : (LPAI) Seto Mulyadi atau karib disapa Kak Seto

Rote Ndao,Sulutnews.com — Sorak sorai penonton membahana, derap kaki kuda menggetarkan tanah kering Rote Ndao. Pacuan kuda, tradisi yang selama ini menjadi kebanggaan daerah, menyimpan luka mendalam: eksploitasi anak di bawah umur. Di balik euforia perlombaan, tersimpan realita pahit pelanggaran hak asasi manusia yang memprihatinkan.

Bayangan anak-anak kurus, dengan pakaian lusuh dan wajah polos, beradu cepat di atas punggung kuda, bukanlah sekadar pemandangan. Itu adalah gambaran nyata penderitaan anak-anak yang dipaksa menjadi joki cilik. Beberapa bahkan belum genap sepuluh tahun. Tubuh mungil mereka menanggung beban yang jauh melebihi kemampuan fisik dan usia mereka.

Konfirmasi dari Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Kak Seto Mulyadi, pada Sabtu, 31 Mei 2025, semakin menguatkan keprihatinan ini. Beliau menegaskan bahwa eksploitasi dan kekerasan terhadap anak di Rote Ndao harus segera dihentikan karena bertentangan dengan UU Perlindungan Anak dan Konvensi Hak Anak.

“Perlu adanya tindakan nyata dan komprehensif untuk menghentikan eksploitasi anak dalam pacuan kuda di Rote Ndao. Hal ini membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan anak, masyarakat, dan juga para pelaku pacuan kuda itu sendiri. Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya eksploitasi anak juga sangat penting. Anak-anak Rote Ndao berhak mendapatkan perlindungan dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, bukan dipaksa menanggung beban berat di atas punggung kuda.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,157 kali

Baca Lainnya

Resmi Albert Dano Dilantik Menjadi Kepala Sekolah SMA N 1 Lobalain, Bersama Ratusan Sesama Kepala Sekolah

25 Maret 2026 - 14:19 WITA

Selamat Hari Raya Nyepi dari Julie Sutrisno Laiskodat, B.B.A

19 Maret 2026 - 20:10 WITA

Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat Melakukan Penyerahan Bantuan Sembako Kepada Umat Muslim Di Kabupaten Sika

19 Maret 2026 - 19:58 WITA

Penipuan Data; Kepala Dinas dan Staf Dinas Sosial Rote Ndao Diduga Sementara Mena Ganti Nama Penerima PKH dan Sembako dengan Keluarga Staf Sendiri

18 Maret 2026 - 08:30 WITA

Penipuan Uang dengan Modus Menggadekan Motor, Fanus Koanak Mengaku Sudah Menjualnya Akibat Kalah Judi

17 Maret 2026 - 03:15 WITA

Menjelang Libur Idulfitri, Paket MBG Misterius Muncul di Rote Ndao: Hari Ini Tersalurkan Diam-diam, Kelurahan Metina Bisu

16 Maret 2026 - 11:14 WITA

Trending di News