Davao, Sulutnews.com – Konsulat Jendera Republik Indonesia (KJRI) di Davao City Filipina, berkompeten untuk membantu pendidikan bagi warga keturunan Indonesia yang berada di Filipina Selatan.
Hal itu terbukti pada 28 & 29 Desember 2023 lalu, Tim dari KJRI Davao City yang dipimpin oleh KUAI KJRI Davao, Harya K. Sidharta, melakukan dua kegiatan peningkatan wawasan masyarakat keturunan Indonesia di Lainsasi, Provinsi Sarangani di Pulau Mindanao, Filipina Selatan.

Kegiatan itu meliputi Workshop Bahasa Indonesia di laksanakan oleh Pensosbud, bagi Masyarakat Keturunan Indonesia di Lainsasi dimana Pejabat PF Pensosbud, Umi Yanti F. Silalahi memaparkan sejarah, arti penting Bahasa Indonesia serta relevansinya untuk digunakan oleh diaspora Indonesia dalam bentuk workshop.
Hal itu bertujuan agar warga keturunan Indonesia bisa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk berkomunikasi, juga memperluas wawasan budaya, memperkenalkan kekayaan sastra, dan memperkukuh identitas serta hubungan antarbudaya bagi masyarakat keturunan Indonesia di Mindanao khususnya bagi para WNI yang berdomisili di Lainsasi.

Pada kesempatan itu, Yanti juga menyampaikan bahwa workshop tersebut bukan hanya tentang belajar Bahasa namun juga merupakan perjalanan penemuan kembali, menumbuhkan apresiasi mendalam terhadap nuansa dan keindahan yang tertanam dalam bahasa Indonesia.
“Ini adalah jalan bagi komunitas untuk mendapatkan kembali, menghormati, dan menghargai identitas mereka, menjalin ikatan yang lebih kuat dan memupuk kebanggaan budaya bersama” Kata Yanti.
Usai workshop tersebut Tim juga melaksanakan Sosialisasi Beasiswa Pendidikan yang disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah Indonesia Davao, Daulat Siregar. Ia mengatakan beasiswa tersebut bukan sekedar memberikan bantuan beasiswa pendidikan secara finansial saja tetapi juga sebagai katalis perubahan, pintu gerbang untuk membentuk masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda terutama kepada masyarakat keturunan Indonesia yang ada di Lainsasi.
“Dengan menciptakan kesadaran dan memfasilitasi akses terhadap beasiswa ini, Sekolah Indonesia Davao secara aktif mengasah potensi para siswa-siswinya untuk mengejar aspirasi pendidikan mereka” jelas Siregar.
Dijelaskan pula bahwa pemberian beasiswa merupakan komitmen KJRI Davao City terhadap inklusivitas dan memastikan bahwa tidak ada potensi anak yang terhalang oleh kendala keuangan, dalam rangka mewujudkan tujuan global education for all.
Selain itu PF Protkons Harya K. Sidharta, juga melakukan sosialisasi kekonsuleran bagi WNI di Lainsasi. Harya menekankan bahwa tugas utama Fungsi Konsuler adalah meningkatkan perlindungan dan pelayanan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Mindanao.
“Hal ini mencakup berbagai aspek kekonsuleran untuk mendukung keamanan dan perlindungan WNI di wilayah tersebut” ujar Harya.

Harya juga menyampaikan kepada masyarakat Indonesia yang berada di Mindanao, untuk tetap waspada terhadap situasi keamanan, khususnya di Mindanao Selatan. Harya menyoroti pentingnya menghindari tindakan-tindakan yang dapat mencelakakan diri sendiri dan memastikan tidak terlibat dalam masalah-masalah terkait terorisme.
Di kesempatan itu juga Harya K. Sidharta juga menyampaikan informasi terkait kegiatan Pemilu. Lainsasi akan menjadi salah satu dari 3 (tiga) Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Filipina Selatan, selain Davao City dan General Santos City. “Diharapkan agar pemilihan berjalan lancar, dan masyarakat diminta untuk aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi tersebut” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan KJRI Davao City tersebut berjalan dengan lancar dan interaktif dengan dihadiri oleh sekitar 200 orang WNI keturunan Indonesia di Lainsasi. (Andy Gansalangi/KJRI Davao City)






