Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

NTT · 9 Des 2023 10:28 WITA ·

Kepala Desa Bebalain Terlibat Skandal Merobek Surat Undangan BLT Cornelis Petrus


Kepala Desa Bebalain Terlibat Skandal Merobek Surat Undangan BLT Cornelis Petrus Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Kepala Desa Bebalain, Alfa Marteni Zakarias, terlibat dalam skandal kontroversial setelah diduga merampas dan merobek surat undangan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Cornelis Petrus. Peristiwa ini mengejutkan warga Desa Bebalain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, yang menjadi saksi ketidakadilan tersebut.

Kejadian tragis menimpa Cornelis Petrus pada tanggal 1 Desember 2023 lalu, saat dirinya yang baru saja merayakan acara syukuran rumah diundang untuk menerima BLT di Kantor Pos Ba’a. Namun, kepala desa yang arogan, Alfa Marteni Zakarias, secara tiba-tiba merampas dan merobek undangan BLT tersebut, menyebabkan nasib malang bagi Cornelis Petrus.

“Cornelis Petrus yang menghubungi media ini Sabtu 9 Desember 2023. setelah selesai acara syukuran rumah kami, kepala desa marahi kami sekeluarga hingga pada saat ada undangan BLT untuk saya menerima bantuan sosial, kepala desa Bebalain ini langsung merampas undangan tersebut, dan dia bilang tidak akan memberikan bantuan kepada saya,” ungkap Cornelis Petrus.

Undangan tersebut datang dari kantor pos di Ba’a, yang berisi penerimaan sembako dengan nominal BLT sebesar 600 ribu. Kepala desa secara semena-mena menolak hak Cornelis Petrus untuk menerima bantuan tersebut dengan alasan yang belum jelas.

Cornelis Petrus melanjutkan ceritanya, mengungkapkan bahwa kepala desa Bebalain juga melarang masyarakat desa untuk ikut serta dalam acara doa syukur rumah yang baru saja selesai dibangunnya. “Kepala desa tidak mau dan dia melarang masyarakat desa untuk mengikuti acara syukuran rumah kami,” tambahnya.

Tindakan kepala desa yang arogan ini menimbulkan kebingungan di kalangan warga. Meski telah melanggar aturan yang dibuat oleh kepala desa sendiri, warga Desa Bebalain tetap mengalami ketidakadilan atas penolakan dan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh Alfa Marteni Zakarias.

Peristiwa merampas dan merobek undangan BLT ini terjadi pada tanggal 5 atau 6 Desember di Desa Bebalain Dusun 02 RT 04. Warga Desa Bebalain baru menerima bantuan satu hari setelah kejadian tersebut. Kepala desa yang melakukan tindakan tersebut bahkan memberikan instruksi kepada kepala dusun untuk tidak memberikan bantuan sosial kepada Cornelis Petrus.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Bebalain Alfa Marteni Zakarias melalui nomor teleponnya belum membuahkan hasil, karena nomor tersebut tidak aktif. Kejadian kontroversial ini menambah daftar kasus ketidakadilan yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,949 kali

Baca Lainnya

Kebenaran Terungkap: Mus Frans Mandato Bebas Murni, Kebohongan PT Bo’a Development Terbongkar

22 April 2026 - 16:17 WITA

Tumbuh Bersama, Memberi Makna bagi Sesama

21 April 2026 - 07:13 WITA

Bertemu Kapolda NTT, Memacu Bripka Sumantri Untuk Terus Bekerja Maksimal

14 April 2026 - 11:15 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Trending di Internasional