Michael G. Tumiwang/UKW6508
Manado,Sulutnews.com – Tahun politik tak bisa dihindari. Warga masyarakat, menghadapi tahun politik tentu memiliki hak dan kebebasan menentukan pilihan. Namun perbedaan merupakan hal yang normal, dan itu dilindungi oleh konstitusi.
“Mari jadikan pemilu bermartabat dan beretika dalam berbagai aspek, termasuk mengeluarkan pendapat agar tidak menyinggung soal SARA (Suku, Agama, Ras, dan budayaA),” ujar Pdt Lucky Rumopa selaku tokoh agama Sulut..
Ia menjelaskan, perbedaan adalah bentuk demokratis yg saling menghargai pilihan dan tidak memaksakan kehendak sebab apa yang kita pilih untuk menjaga NKRI, UUD 45, Bhineka tunggal ika serta pancasila.
“Berbeda untuk mencari pemimpin yg dapat kita yakini membawa bangsa besar ini semakin berkualitas dan makmur. Serta rukun dan toleran. Biarlah setiap pilihan orang lain kita hargai, dan tetap menjalin persatuan dan kesatuan bangsa dan negara di daerah yang kita cintai,” ujar Ketua FKUB Sulut ini.(*)





