Tahuna, Sulutnes.com – Gemuruh sorak penonton menggema di GOR Membara Manente saat Kejuaraan Tinju Amatir Open Tournament Piala Bupati Kepulauan Sangihe 2026 resmi dimulai, Senin (13/04/2026).
Ajang bergengsi ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Pengurus Kabupaten Pertina Sangihe dalam mengangkat potensi atlet lokal ke panggung yang lebih luas.

Pembukaan kejuaraan dilakukan langsung oleh Michael Thungari yang dalam sambutannya menekankan pentingnya turnamen ini sebagai batu loncatan bagi para petinju daerah. Menurutnya, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional Bela Diri 2026 yang akan digelar di Sulawesi Utara pada Juli mendatang.
“Ini adalah kesempatan emas bagi atlet kita untuk mengasah kemampuan sekaligus belajar dari petinju luar daerah. Pengalaman tanding akan sangat menentukan kualitas mereka ke depan,” ujar Thungari.

Ia juga memberikan perhatian khusus pada integritas pertandingan. Kepada para wasit, Bupati menegaskan agar menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme. Tidak boleh ada ruang bagi intervensi, apalagi praktik “titipan”.
“Nasib atlet ada di tangan Anda. Nilailah dengan adil. Biarkan yang terbaik benar-benar keluar sebagai juara,” tegasnya.

Lebih dari sekadar olahraga, kejuaraan ini juga diharapkan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ratusan atlet dan official dari berbagai daerah diyakini mampu menggerakkan roda usaha kecil di sekitar arena pertandingan.
Di sisi lain, Ketua Panitia Johanis Pilat mengungkapkan tingginya animo peserta tahun ini. Sebanyak 337 atlet ambil bagian, terdiri dari 288 putra dan 49 putri, yang datang dari 36 sasana mewakili lima provinsi: Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, dan Papua Barat.

Pembukaan turnamen turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Tendris Bulahari, Sekretaris Daerah Melanchton Harry Wolff, unsur Forkopimda, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Rencananya, kejuaraan ini akan berlangsung selama sepekan, dengan partai puncak atau final dijadwalkan digelar pada Sabtu mendatang. Lebih dari sekadar perebutan gelar, ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi para petinju muda untuk menunjukkan semangat juang dan kualitas terbaik mereka. (*/Advetorial)







