Tomohon,Sulutnews.com – Pentas Mahzani Massal 1000 Pelajar yang digelar pada Rabu, 11 Maret 2026 menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan tradisi Mahzani, salah satu warisan budaya masyarakat adat Tombulu di tanah Minahasa yang kini mulai terancam punah.
Ketua Panitia kegiatan, Armando Loho, menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah serta dunia pendidikan di Kota Tomohon.

Dalam pernyataannya, Armando menyampaikan apresiasi kepada berbagai pemangku kepentingan yang turut memberi dukungan bagi terselenggaranya kegiatan budaya berskala besar tersebut.
Ia secara khusus menyampaikan penghormatan kepada Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sri Sugiharta, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara Januar Pribadi, serta Ketua Tim Kesenian Kota Tomohon Jeand’arc Senduk-Karundeng.
Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon, para kepala sekolah, guru pendamping, orang tua, para siswa serta masyarakat yang turut memberikan dukungan moral maupun partisipasi langsung dalam kegiatan tersebut.

Menurut Armando, kegiatan Pentas Mahzani Massal 1000 Pelajar ini lahir dari program Fasilitasi Dana Indonesiana yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Program tersebut memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif pelestarian budaya di seluruh Indonesia.
Armando mengungkapkan bahwa dirinya merasa bersyukur karena usulan program yang diajukan berhasil terpilih dari ribuan proposal yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia.
“Program yang kami ajukan adalah pendayagunaan ruang publik melalui pementasan Mahzani massal oleh 1000 pelajar di Kota Tomohon. Ini menjadi sebuah kebanggaan karena mendapat kepercayaan untuk didukung oleh Kementerian Kebudayaan,” ujar Armando.
Ia menjelaskan, Mahzani dipilih sebagai tema utama kegiatan karena tradisi tersebut merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Minahasa, khususnya komunitas adat Tombulu.

Mahzani bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan juga mengandung nilai-nilai budaya yang sangat dalam. Di dalamnya tersimpan berbagai unsur tradisi, pengetahuan lokal, nilai moral, hingga filosofi kehidupan yang diwariskan oleh para leluhur kepada generasi penerus.
Karena itulah, menurut Armando, pelestarian Mahzani menjadi sebuah tanggung jawab bersama. Tanpa upaya nyata dari masyarakat, terutama generasi muda, tradisi tersebut berpotensi hilang ditelan zaman.
“Mahzani adalah harta berharga yang diwariskan oleh para leluhur untuk anak cucu di tanah Tombulu, termasuk kita hari ini. Di dalamnya hidup nilai-nilai budaya, filosofi, dan pengetahuan yang menjadi identitas masyarakat,” katanya.
Lebih jauh Armando menyampaikan bahwa kesadaran untuk menjaga warisan budaya ini ternyata sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Tomohon dalam mendukung pelestarian budaya daerah.
Dukungan itu terlihat dari keterlibatan langsung Pemerintah Kota Tomohon, mulai dari wali kota hingga instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Armando, kolaborasi antara pemerintah, lembaga kebudayaan, sekolah, dan masyarakat merupakan kunci penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal.
Ia berharap, melalui pentas Mahzani yang melibatkan 1000 pelajar ini, generasi muda tidak hanya mengenal budaya leluhur, tetapi juga merasa bangga untuk menjaga dan meneruskannya di masa depan.
“Momentum ini bukan hanya pertunjukan budaya, tetapi juga gerakan bersama untuk menghidupkan kembali tradisi yang hampir terlupakan,” ungkapnya.
Armando pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi bagi terselenggaranya kegiatan tersebut. Mulai dari Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kota Tomohon, wali kota, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, panitia pelaksana, para kepala sekolah, guru pendamping, para siswa, hingga orang tua dan masyarakat yang telah mendukung penuh kegiatan ini.

Dengan keterlibatan seribu pelajar dalam satu panggung budaya, Pentas Mahzani Massal di Kota Tomohon diharapkan tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan seni, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan budaya lokal Minahasa yang terus hidup di tengah generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Kota Tomohon kembali menunjukkan komitmennya sebagai salah satu daerah yang aktif menjaga dan merawat warisan budaya Nusantara.(Mercys)





