Tahuna, Sulutnews.com – Di tengah sorotan publik terhadap berbagai persoalan yang melibatkan oknum aparat kepolisian, kisah berbeda datang dari Kabupaten Kepulauan Sangihe. Seorang anggota polisi memilih jalan sederhana namun bermakna, mencari rezeki tambahan dengan cara yang halal melalui usaha rumah makan kecil yang ia kelola bersama istrinya.
Dialah Bripka Ramadhan Gobel, personel Polsek Kendahe, Polres Kepulauan Sangihe. Selain menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, ia juga mengemban tanggung jawab sebagai Bhabinkamtibmas di beberapa wilayah, yakni Kampung Talawid, Tariang Lama, Pampalaraeng, dan Mohongsawang.
Namun di balik kesibukan sebagai polisi, Gobel memiliki dunia lain yang tak kalah penting baginyayakni dunia kuliner.
Selama tujuh tahun terakhir, Gobel bersama istrinya, Shiaron Manansang, mengelola sebuah rumah makan sederhana bernama Gosyen. Rumah makan itu berdiri di Kelurahan Bungalawang, Tahuna, tepat di pertigaan jalan menuju Rumah Sakit Liun Kendage.
Bagi sebagian orang, mungkin sulit membayangkan seorang anggota polisi yang selepas dinas langsung bergegas pulang untuk membantu melayani pelanggan di rumah makan. Namun itulah rutinitas yang dijalani Gobel hampir setiap hari.
Setiap selesai piket atau tugas di wilayah Kendahe, ia segera kembali ke Tahuna. Di rumah makan kecil itu, istrinya sudah menunggu. Tanpa ragu, ia ikut melayani pembeli, mulai dari menyiapkan makanan hingga menyapa pelanggan yang datang.
Bagi Gobel, usaha kecil itu bukan sekadar bisnis keluarga, tetapi juga prinsip hidup yang ia pegang teguh.
“Sebagai anggota Polri, saya selalu ingat sumpah jabatan dan nilai-nilai Tri Brata. Saya tidak ingin membawa uang yang tidak halal ke rumah untuk menafkahi keluarga. Lebih baik capek sedikit, tapi hasilnya jelas dan berkah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa berdagang makanan adalah pilihan yang membuatnya tenang.
“Berjualan makanan adalah pekerjaan yang halal. Saya bangga bisa membantu keluarga dari hasil keringat sendiri,” tambahnya.
Di balik keteguhan Gobel, ada peran besar sang istri yang terus menguatkannya. Shiaron Manansang mengaku selalu mengingatkan suaminya untuk tetap menjadi polisi yang baik di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehidupan sederhana jauh lebih berharga dibanding mengejar kekayaan dengan cara yang tidak benar.
“Saya selalu bilang ke suami, yang penting tetap jadi polisi yang baik. Tidak perlu mengejar harta berlebihan. Hidup apa adanya saja. Rumah makan ini sudah cukup untuk membantu kebutuhan keluarga,” tuturnya.

Selama bertahun-tahun, pasangan ini bahu-membahu menjalankan usaha kecil tersebut. Satu melayani pelanggan, yang lain menyiapkan makanan. Suasana sederhana itu justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang datang.
Di tengah citra institusi kepolisian yang kerap tercoreng oleh ulah segelintir oknum, sosok Bripka Ramadhan Gobel menjadi pengingat bahwa masih banyak anggota Polri yang bekerja dengan hati dan menjaga integritasnya.
Ia tidak mencari kekayaan dari jabatan atau seragam yang dikenakan. Sebaliknya, ia memilih jalan sederhana bekerja keras, menjaga kehormatan profesi, dan menafkahi keluarga dengan cara yang halal.
Di sudut Kota Tahuna, di sebuah rumah makan sederhana bernama Gosyen, Gobel menunjukkan bahwa kehormatan seorang polisi tidak hanya terlihat saat mengenakan seragam, tetapi juga dari bagaimana ia menjalani hidup dengan jujur dan penuh tanggung jawab.
(Andy Gansalangi)







