Roote Ndao, Sulutnews.com – Bupati Rote Ndao Paulus Henuk Sore ini, Rabu 10 Desember 2025, begitu tiba di Rote langsung bertemu dengan tim dari PT Garam dan K-UTech Kanada di ruang kerja nya. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah: Mr. Heinrich Aloysius DR. Marx, Mr. Reiner Wilhelm Roland DR. Zimmermann, Mr. Christian Andrae, Mr. Thomas Klein, Mr. Kwee Sian Liang, Mr. Sammy Hamzah, dan Mr. Karsten Fuelster.
Pertemuan ini difokuskan pada tiga hal utama yang menjadi kunci menuju swasembada garam: ekstensifikasi, intensifikasi, dan pemanfaatan teknologi.
Dalam diskusi yang intens, pihak-pihak membahas langkah-langkah untuk memaksimalkan program K-SIGN, terutama bagaimana teknologi dapat mendorong proses produksi garam menjadi lebih efisien dan hasilnya semakin optimal. Salah satu poin yang paling menarik perhatian Bupati adalah penjelasan dari tim K-UTech mengenai potensi pemanfaatan buangan air laut dari proses produksi garam. Ternyata, melalui pengolahan ilmiah yang tepat, air buangan ini dapat diubah menjadi pupuk bernilai tinggi, bahkan bisa dimurnikan kembali menjadi air bersih.
Inovasi seperti ini dinilai sangat penting, karena membuat proses produksi tidak hanya menghasilkan garam, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan lanjutan yang bernilai ekonomi. Sebagai Bupati, Paulus Henuk sangat mendorong pengembangan teknologi semacam itu agar proyek K-SIGN tidak hanya mendukung swasembada garam nasional, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi sektor lain di daerah. Misalnya, menyediakan air bersih, memperkuat pertanian melalui penyediaan pupuk, hingga mendukung sektor kesehatan dan farmasi dengan ketersediaan garam berkualitas tinggi.
“Saya percaya bahwa dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat, potensi garam di Rote dapat menjadi penggerak bagi banyak sektor sekaligus, memberikan nilai tambah bagi masyarakat, dan memperkuat kontribusi daerah kita dalam pembangunan nasional,” ungkap Bupati Henuk.
Reporter : Dance Henukh






