Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bisnis · 3 Nov 2025 19:47 WITA ·

Danantara Indonesia dan SK Plasma Tandatangani MoU Strategis Perkuat Ketahanan Sektor Kesehatan di Indonesia


Danantara Indonesia dan SK Plasma Tandatangani MoU Strategis Perkuat Ketahanan Sektor Kesehatan di Indonesia Perbesar

Jakarta,Sulutnews.com – Danantara Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan SK Plasma Co.. Ltd, suatu perusahaan yang memiliki fokus pada sektor kesehatan terkemuka asal Korea Selatan, dan anak usahanya PT SKPlasma Core Indonesia. MOU yang telah ditandatangani bertujuan
untuk memperkuat ketahanan kesehatan melalui pengurangan ketergantungan pada impor dan meningkatkan kemandirian layanan kesehatan di Indonesia.

Awal tahun ini, Danantara Indonesia menjadikan sektor kesehatan sebagai salah satu dari delapan sektor prioritas dan merencanakan investasi pada fasilitas plasma darah serta infrastruktur kesehatan. SK Plasma, pemimpin global dalam produk obat derivat plasma (PODP), memproduksi terapi penting bagi penyakit langka dan kondisi kritis.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat langkah Indonesia menuju kemandirian obat turunan plasma dan penciptaan lapangan kerja berkemampuan tinggi (highly skilled).

SK Plasma juga memiliki komitmen untuk memfasilitasi knowledge transfer melalui kesempatan pelatihan karyawannya di Korea. PODP adalah obat-obatan yang dibuat dari plasma manusia melalui proses yang disebut fraksinasi. Terapi ini berperan penting dalam mengobati berbagai penyakit serius, bahkan mematikan, di mana banyak pasien tidak memiliki alternatif pengobatan yang efektif. Sebelumnya, Indonesia mengimpor keseluruhan kebutuhan PODP, sehingga pasokan dan aksesnya terekspos risiko eksternal. Untuk mengatasi hal ini, Danantara Indonesia dan SK Plasma berupaya mendirikan dan meningkatkan kemampuan manufaktur dan kapabilitas produksi lokal PODP, dimulai dengan fasilitas di Karawang, Jakarta Barat yang akan selesai konstruksi pada tahun 2026.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, mengatakan: “Salah satu strategi investasi kami berfokus pada penguatan ketahanan nasional
dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor, khususnya di sektor-sektor utama seperti layanan kesehatan. Melalui kolaborasi antara keahlian teknis SK
Plasma dan investasi dari Danantara Indonesia, kami berupaya meningkatkan kualitas perawatan pasien serta berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa melalui
terapi yang inovatif dan berstandar global. Sejalan dengan berbagai inisiatif investasi lain yang sedang dijalankan, penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam membangun Indonesia yang lebih sehat dan tangguh.”

Danantara Indonesia meyakini bahwa sistem kesehatan yang kuat dan mandiri akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, karena investasi di sektor ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menurunkan biaya kesehatan bagi jutaan masyarakat. Dalam setahun ke depan, badan investasi ini akan berfokus ke tiga area utama di sektor kesehatan: layanan kesehatan, manufaktur, dan inovasi.

“Suatu kehormatan bagi kami dapat berkolaborasi dengan Danantara Indonesia dalam memperkuat sektor kesehatan di Indonesia,” ujar Kim Seung-joo, CEO SK
Plasma. “Melalui kapabilitas kami dalam memproduksi produk obat berbasis plasma (PODP), kami akan bekerja sama secara erat dengan negara-negara yang
membutuhkan pelokalan obat-obatan esensial guna berkontribusi dalam peningkatan infrastruktur kesehatan di seluruh dunia.”

SK Plasma melalui PT SKPlasma Core Indonesia sedang membangun fasilitas fraksionasi plasma yang akan memungkinkan Indonesia memproduksi produk obat
derivat plasma (PODP) secara lokal, mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, sekaligus mendorong transfer teknologi dan pengembangan tenaga kerja.

Setelah penandatanganan, kedua pihak berencana untuk menjajaki berbagai peluang investasi dan akan mengumumkan detil lebih lanjut pada waktunya, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta hasil uji tuntas.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,095 kali

Baca Lainnya

SOYJOY Nutrition Award 2026 Jangkau 96 Kota, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Indonesia Lebih Sehat

20 Juni 2026 - 21:09 WITA

LRT Jabodebek dan Pelaku Wisata Perkuat Sinergi Transportasi Publik melalui LRT City Travel Fest 2026

20 Juni 2026 - 20:17 WITA

BRI Finance Hadirkan Promo KKB Bunga 0% dalam Customer Gathering di Lampung

20 Juni 2026 - 18:51 WITA

BRI Finance Hadirkan Promo Pembiayaan Kendaraan Spesial di BRI Consumer Expo 2026 Makassar

20 Juni 2026 - 18:49 WITA

TINGKATKAN KUALITAS PERKERASAN JALAN, PT JASAMARGA TOLLROAD MAINTENANCE LAKSANAKAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN DI RUAS TOL SEMARANG

20 Juni 2026 - 18:46 WITA

PTPN Group Perkuat Budaya Wellbeing Melalui Donor Darah dan Edukasi Kesehatan

20 Juni 2026 - 18:05 WITA

Trending di Bisnis