Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sangihe · 17 Agu 2024 11:59 WITA ·

22 Tahun Tatoareng Berdiri Belum Juga Merdeka


22 Tahun Tatoareng Berdiri Belum Juga Merdeka Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Ditengah kemeriahan memperingati HUT Republik Indonesia ke 79, Sabtu, (17/08/2024) di seantero Indonesia, masih menyisakan persoalan memprihatinkan di wilayah kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Pasalnya Kecamatan Tatoareng berdiri sejak tahun 2002 hingga saat ini berusia 22 tahun, namun kecamatan ini masih jauh dari kata merdeka, khususnya di pusat pemerintahan atau ibukota kecamatan di pulau Kahakitang.

Masyarakat belum menikmati kemerdekaan sesungguhnya, hal itu di picu ketika meratanya pembangunan infrastruktur di wilayah ini. Hingga kini jalan lingkar Kahakitang rusak parah, belum lagi janji untuk memperbaiki dan menuntaskan jalan lingkar tersebut tak kunjung terwujud.

Selain jalan menjadi urat nadi masyarakat, listrik juga belum merdeka di kecamatan ini, meskipun tiang dan kabel listrik sudah terpasang sejak 2019 silam, bahkan ada tiang listrik yang menolak berdiri tegak dan di perparah kabel listrik yang memilih lepas dari tiangnya.

Ketiadaan listrik mengakibatkan mandeknya pelayanan publik bagi masyarakat, baik di tingkat Kampung maupun kecamatan, hal itu makin sulit ketika ketersediaan jaringan internet belum merata di kecamatan ini, bukan hanya urusan pemerintahan dampaknya juga dirasakan oleh tenaga pendidik atau di lingkungan sekolah harus menerima kenyataan seperti itu.

Akibat tidak tersedianya listrik dan jaringan internet yang memadai, kelas 12 SMA Negeri Tatoareng harus mengikuti Asessmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di kota Tahuna, yang nyatanya juga listrik disana sering terjadi pemadaman.

Kemudian sarana air bersih masih menjadi pergumulan serius masyarakat, meskipun sudah miliaran rupiah di gelontorkan untuk membangun infrastruktur air, bukannya air yang di hasilkan namun angin keluar dari pipa, seperti contoh proyek air bersih yang dibiayai oleh dana pinjaman PEN sekitar 1 miliar lebih, namun proyek tak pernah tuntas alyas mubasir.

Belum lagi, sarana transportasi laut berupa kapal perintis yang di gadang-gadang oleh pemerintah pusat sebagai tol laut, untuk menghubungkan Nusantara, nyatanya kapal plat merah itu pun tak pernah mau lagi melayani pelabuhan Kahakitang sebagi ibukota kecamatan.

Meski demikian masyarakat di ibukota kecamatan Tatoareng tetap merayakan HUT RI, mereka dengan antusias dan hikmahnya mengikuti perayaan kemerdekaan Indonesia itu, meskipun mereka belum menikah kemerdekaan sesungguhnya. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,050 kali

Baca Lainnya

Ekonomi Sangihe Alami Kontraksi 7, 39 Persen di Triwulan I 2025

26 Februari 2026 - 12:17 WITA

Kursi Panas Sekda Sangihe: Siapa yang Layak?

26 Februari 2026 - 00:20 WITA

Thungari Perjuangkan Krisis Listrik Dapat 25 Miliar Dari PT PLN

26 Februari 2026 - 00:14 WITA

Camat Makaminan Gercep Perbaiki Jalan Rusak di Kampung Barangka

25 Februari 2026 - 13:33 WITA

Bupati Thungari Terima Penghargaan LKPP Level Pro Aktif

25 Februari 2026 - 12:56 WITA

Tendris Bulahari Dorong Ekonomi Pesisir Naik Kelas Lewat HLM Strategis

24 Februari 2026 - 13:00 WITA

Trending di Manado