Legislator sulut Vionita Kuera (ketiga dari kiri) foto bersama dengan kelima korban dan Hos Sundana (kedua dari kanan)
Sitaro.sulutnews.com — Peristiwa dramatis yang melibatkan lima warga yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Kampung Lehupu, Kabupaten Sangihe, berakhir dengan kabar menggembirakan. Kelima korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh seorang nelayan asal Kampung Karalung, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Hos Sundana.
Penemuan tersebut sontak menjadi perhatian publik, termasuk Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Vionita Kuera, yang langsung turun meninjau kondisi para korban.
Kelima warga yang ditemukan itu kini berada di Lindongan I, Kampung Karalung, tepatnya di rumah Hos Sundana, nelayan yang berjasa menyelamatkan mereka.
Dalam kunjungannya, Vionita menyampaikan rasa syukur atas keselamatan kelima warga tersebut serta mengapresiasi tindakan cepat dan keberanian Hos Sundana yang telah menyelamatkan nyawa sesama.
“Ini adalah bentuk nyata solidaritas dan kemanusiaan masyarakat pesisir. Apa yang dilakukan oleh Pak Hos Sundana patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi kita semua,” ujar Vionita.
Sebagai bentuk kepedulian, Vionita juga menyerahkan bantuan langsung kepada kelima korban, Tak hanya itu, bantuan juga diberikan kepada Hos Sundana sebagai bentuk penghargaan atas aksi kemanusiaannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan dan warga yang beraktivitas di laut. Namun di balik itu, kisah ini juga menghadirkan harapan tentang kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Mereka yang ditemukan masing-masing Veskin Jovanco Parasana (20) warga Tariang Lama, Kecamatan Kendahe, Rido Mesi Lumakeki (18) warga Lingkungan I Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, serta tiga anak yakni Rafael Lahensel (11), Yohanis Moningka (10), dan Aliando Gonia (11) yang semuanya merupakan warga Kampung Ngalipaeng I, Kecamatan Manganitu Selatan.
Hingga saat ini, kondisi kelima warga dilaporkan stabil dan dalam pendampingan Pemda Sitaro serta masyarakat sekitar sambil menunggu penjemputan oleh pihak keluarga dari Kabupaten Sangihe.
Kisah penyelamatan ini pun menjadi sorotan karena hadirnya kepedulian dari berbagai pihak yang menunjukkan bahwa kemanusiaan masih menjadi nilai utama di tengah kehidupan masyarakat kepulauan.






