Manado, Sulutnews.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut bidang Kesra dan Pendidikan Louis Schramm SH.MH minta Dinas Pendidikan Sulut dan semua sekolah terutama SMA, SMK baik negeri dan swasta harus awasi ketat semua siswa dan lakukan antisipasi agar kasus Bom yang meledak di SMA Negeri 72 Jakarta Jumat (7/11) pekan lalu tidak terjadi dilingkungan sekolah di Sulut.
” Dinas Pendidikan Sulut harus segera buat aturan untuk antisipasi dan minta Kepsek dan guru guru awasi ketat semua siswa” kata Louis Schramm kepada wartawan Sulutnews.com Selasa (11/11) malam menangapi musibah ledakan Bom di SMA Negeri 72 Jakarta yang menyebabkan beberapa siswa menjadi korban dan dirawat di Rumah Sakit.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy James Jermias S.Pd
Menurut Louis yang juga sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut, perlu segera ada himbauan kesemua Sekolah untuk lakukan pembatasan Gim Online atau hal hal yang bisa membuat ledakan seperti Bom. ” Perlu diawasi semua siswa” kata Louis Schramm.
Dia minta perlu guru guru Bimbingan Konseling ( BK) lakukan kegiatan disemua kelas dan juga kerjasama orang tua agar siswa siswa tidak lakukan hal hal yang kita tidak inginkan.
” Program dari guru guru BK harus diperbanyak agar karakter siswa itu baik” kata Louis. Bahkan menurut Louis yang juga berprofesi Pengacara itu untuk Bullyng itu juga harus dihentikan disekolah sekolah.

Foto -Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd
Pendidikan Karakter
Sementara itu sejumlah Kepsek SMA di Sulut yang diminta tangapan Rabu (12/11) pagi mengatakan, mereka sudah lakukan langka antisipasi himbauan untuk lakukan hal yang baik.
Selama ini dengan guru guru Bimbingan Konseling terus ada kegiatan dengan siswa siswa terkait karakter siswa.
Menurut Jemmy Jermias Kepsek SMA Negeri 1 Manado mengatakan, fokus siswanya bukan hanya menuntut ilmu untuk menjadi cerdas.
Tetapi soal karakter menjadi utama. Karena meski pintar cerdas tetapi karakter tidak baik maka bisa terjadi hal hal yang kita tidak inginkan” Jadi karakter kita kedepankan. Dan guru guru BK sejak pagi sudah sampaikan kepada siswa” katanya. Bahkan pengawasan kita ketat lewat wali kelas dan guru guru. Begitu juga kerjasama dengan orangtua. Ada sekitar 1.900 siswa ini tidak mudah mengawasi. Tapi kita kolaborasi semua pihak agar kejadian di SMA Negeri 72 Jakarta tidak terjadi. Menurut Kepsek Jetmias tugss BK bukan berurusan dengan siswa bermasalah.
Tetapi juga siswa yang tidak ada masalah. BK disekokahnya bertugas bukan banti ada masalah siswa seperti Bulling atau masalah lainnya. Kepsek optimis kasus di SMA Negeri 72 Jakarta tidak akan terjadi disekolahnya karena kita awasi ketat berdama komite sekolah dan otang tua.” Kita minta orang tua siswa juga awasi siswa saat main game di kamar atau tempat lain karena siswa lebih banyak dirumah” kata Jermias uang juga sebagai Ketia MKKS SMA se .Sulut
Hal yang sama dikatakan Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd.MM. Dengan siswa sekitar 2.400 lebih kita awasi ketat dan BK kita giatkan serta kerjasama orang tua siswa untuk saling mengawasi.

Foto – Kepsek SMA Negeri 7 Manado Dr Willem Rawung SSi.MM
Sementara di SMA Negeri 7 Manado dengan siswa 1.000 lebih Kepsek Dr Willem Rawung SS MM mengatakan , guru guru BK lakukan tugas sejak pagi saat masuk sekolah untuk pembinaan karrakter. Bahkan akan pangil orang tua untuk rapat bersama.” Saya optimis karakter siswa kita baik tetapi kita awasi ketat” ujar Rawung yang dikonfirmasi Rabu (12/11) pagi.
Begitu juga dikatakan Kepsek SMA Negeri 2 Kota Bitung Maxy Awondatu S.Pd.M.Pd yang dikonfirmasi Rabu (12/11). Menurutnya ada sekitat 1.502 siswa mereka diawasi ketat. Dan guru guru BK kita hadir sejak pagi dan juga pengawasan ketat lewat wali kelas dan guru guru serta kerjasama dengan orang tua siswa.” Saya optimis karakter siswa kita baik namun kita tetap awasi ketat” kata Awondatu. (Fanny)





