Medan, Sulutnews.com – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-71, Universitas HKBP Nomensen (UHN) menyelenggarakan Seminar Internasional bertema “ Quo Vadis Manuskrip dan Artefak Batak “ Acara ini dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lintas sektor, guna membahas dan mendorong kemajuan bangsa, Jumat, 26 September 2025.
Mengawali rangkaian kegiatan, Ketua Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, memberikan sambutan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Keynote Speeker dan Narasaumber diantaranya yang sudah hadir baik secara luring dan juga daring, diantaranya, Menteri Pariwisata Widiyanti, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, Dr.Giuseppina Monaco Peneliti Italia Naskah Batak, Dr.Roberta Zollo Peneliti Jerman Naskah Batak, Dr.Manguji Nababan Kepala Pusat Dokumentasi dan Studi Budaya Batak UHN.

Effendi Simbolon menyampaikan bahwa banyak menuscrip Batak tersimpan di luar negeri dan juga dalam negeri, pertanyaannya Quo Vadis, kemana, mau dibawa kemana dan apa seterusnya, apakah hanya menjadi koleksi Museum atau atau hidup kembali sebagai sumber pengetahuan dan identitas bangsa dan ataukah menjadi koleksi komersial kaum kolektor yang kemudian menerapkan sistem akuisisi yang munkin akan sangat sulit untuk kembali ke tahah air atau bahkan ke Tano Batak.
“Webinar ini bukan hanya ruang diskusi tapi juga menjadi panggung kolaboari dengan dukungan pemerintah pusat, terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sangat peduli dengan ke Indonesiaan dengan akademisi Internasional berhara akan lahir strategi bersama untuk melestarikan dan mendokumentasikan dan memperkenalkan menuscrip Batak dan berbagai situs sebagai diplomasi budaya Indonesia” urainya.

Atas nama pengurus Yayasan UHN Medan dan UHN Pematang Siantar dan SMA Kampus, Effendi Simbolon, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, lebih khusus kepada pemerintah “semoga diskusi ini bermanfaat bukan saja kepada masyarakat Batak, tapi juga bagi Indonesia dan Dunia” ucapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., yang hadir secara online menyambut dengan senang hati Webinar Internasional ini, “berharap hasil Webinar ini boleh menjadi bahan studi untuk UHN, Gereja dan Masyarakat. Terimakasih atas Webinar yang sangat penting ini, doa kami semoga Tuhan meberkati seluruh proses Webinar, menghasilkan temuan yang positif dan bermanfaat bagi kita semua” ucapnya.
Diketahui Dies Natalis ke-71 jatuh pada tanggal 7 Oktober 2024. Dies Natalis ini dirayakan dengan penuh semangat, ditandai dengan perkembangan pesat universitas HKBP Nomensen, dosen berkualitas, dan mahasiswa yang unggul.

Sebagai keynote speaker, Menteri Pariwisata Widiyanti, menyampaikan bahwa benda peninggalan digemari oleh masyarakat, wisatawan lokal dan mancanegara, merupakan program-program turis Kementerian Pariwisata fokus pada peningkatan kualitas dan promosi destinasi.
Narasumber Dr.Giuseppina Monaco sebagai Peneliti Italia Naskah Batak dan Dr.Roberta Zollo sebagai Peneliti Jerman Naskah Batak, menampilkan temuan-temuan Artefak Batak yang tersebar di Italia dan Jerman, baik Menuscrip, Pustaha batak, baik yang terbuat dari Kulit Kayu, Bambu dan Tulang. Yang dilengkapi dengan temuan Dr.Manguji Nababan, diberbagai tradisi Batak yang masih berjalan sampai sekarang.
“Upaya revitalisasi naskah kuno batak itu bukan sebatas pelestarian tetapi repitalisasi itu adalah menghidupkan kembali mengembangkan dan mengapresiasikan dalam nilai nilai modern artinya, naskah kuno itu bukan menjadi benda mati apabila bisa dikreasikan dalam nilai-nilai kekinian” ucap Nababan.

Kegiatan ini diselenggarakan secara luring di Auditorium Universitas HKBP Nomensen Medan dan juga diikuti ribuan peserta secara daring melalui platform Zoom. Seminar ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai bagian dari sinergi yang mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berdampak luas dan berkelanjutan.(Merson)





