Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sangihe · 13 Feb 2026 22:37 WITA ·

Tulude Apes, Thungari: Budaya sebagai Perekat Lintas Generasi


Tulude Apes, Thungari: Budaya sebagai Perekat Lintas Generasi Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Daerah Kepulauan Sangihe ke-601, masyarakat Kelurahan Apeng Sembeka (Apes) menggelar kegiatan adat Tulude, Jumat (13/02/2026), di Boulevard Apes, Tahuna.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Tulude merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan para orang tua yang telah mewariskan nilai-nilai kehidupan kepada generasi penerus.

“Penghormatan kepada leluhur dan orang tua adalah fondasi dari jati diri masyarakat Sangihe. Tulude menjadi momentum untuk mengingat perjuangan lintas generasi. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus kita aktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Thungari.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah pada dasarnya terus memberikan dukungan kepada komunitas Apes Sasaja yang secara konsisten berpartisipasi dalam pembangunan daerah, termasuk melalui berbagai kegiatan sosial dan pelestarian budaya.

“Komunitas seperti Apes Sasaja ini patut diapresiasi. Mereka bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.

Menurut Bupati, Tulude menjadi momentum persatuan dan sarana mempererat tali persaudaraan di antara sesama masyarakat. Kepada generasi muda, ia berpesan agar tidak melupakan akar budaya sendiri.

“Generasi muda harus menjadi pelaku utama pelestarian budaya. Jangan sampai nilai-nilai luhur hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi harus hidup dalam sikap, perilaku, dan semangat membangun daerah,” tegasnya.

Prosesi adat Tulude dilaksanakan dengan penuh khidmat, diawali dengan ritual adat sebagai simbol ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah dilalui. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Jun Salatung dengan pembacaan Alkitab dari Mazmur 133:1-3, yang menekankan indahnya hidup dalam persaudaraan dan kerukunan.

Dalam khotbah singkatnya, Pdt. Salatung mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kasih sebagai dasar kehidupan bermasyarakat. “Mazmur 133 mengingatkan kita bahwa kebersamaan adalah berkat. Jika kita hidup rukun dan saling menopang, maka damai sejahtera akan nyata di tengah-tengah kita,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan kue adat Tamo sebagai simbol syukur dan harapan akan tahun yang lebih baik. Suasana semakin meriah dengan suguhan musik keroncong serta penampilan anak-anak muda Apes Sasaja yang menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya, memikat perhatian para undangan dan masyarakat yang hadir.

Ketua Panitia, Ardi Ogelang, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Kegiatan ini adalah hasil kerja bersama. Kami bersyukur karena masyarakat begitu antusias, dan pemerintah daerah juga memberikan perhatian serta dukungan penuh. Harapannya, Tulude Apes bisa menjadi agenda rutin yang semakin besar dan berdampak positif,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Apes Sasaja, Kevin Budiman, mengatakan bahwa Tulude bukan sekadar tradisi, melainkan identitas dan kebanggaan masyarakat Apes.

“Kami ingin menjadikan Tulude sebagai ruang kebersamaan lintas generasi. Anak-anak muda harus dilibatkan secara aktif agar mereka merasa memiliki dan bangga terhadap budaya sendiri. Inilah cara kami menjaga warisan leluhur tetap hidup,” ujarnya.

Bupati Michael Thungari berharap melalui kegiatan Tulude yang diselenggarakan oleh komunitas Apes Sasaja, semangat persatuan, gotong royong, dan cinta budaya semakin menguat di tengah masyarakat Kepulauan Sangihe.

“Kiranya Tulude ini bukan hanya perayaan seremonial, tetapi menjadi penggerak semangat membangun daerah, memperkuat persaudaraan, dan menjaga harmoni sosial demi Sangihe yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

Baca Lainnya

Wabup Bulahari Hadiri Peringatan Peristiwa Merah Putih

14 Februari 2026 - 23:47 WITA

Seba: GOR Membara Bukti Thungari Peduli Olahraga

13 Februari 2026 - 15:16 WITA

Apel Bersama Gerakan Indonesia ASRI, TNI-Polri dan Pelajar Bersihkan Pantai Enemawira

13 Februari 2026 - 13:01 WITA

Ini Daftar 68 Pejabat Dilantik Bupati Thungari, Berikut Nama-namanya

12 Februari 2026 - 18:27 WITA

Gerak Cepat Pascakebakaran, Dukcapil Sangihe Pulihkan Dokumen Korban

11 Februari 2026 - 12:29 WITA

Thungari Desak BSG Turunkan Suku Bunga Kredit ASN

10 Februari 2026 - 22:25 WITA

Trending di Manado