Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bengkulu · 3 Jun 2025 18:01 WITA ·

TPID Bengkulu Perkuat Peran Koperasi Merah Putih Untuk Ketahanan Pangan Daerah


TPID Bengkulu Perkuat Peran Koperasi Merah Putih Untuk Ketahanan Pangan Daerah Perbesar

Bengkulu,Sulutnews.com – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan menekan inflasi, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Biro Ekonomi bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bengkulu menggelar Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan acara ini menjadi momentum strategis membangun Bengkulu yang mandiri dan berdaya saing.

“Meski menghadapi tantangan ekonomi global seperti ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga pengetatan moneter, ekonomi Bengkulu tetap tumbuh positif sebesar 4,84 persen pada triwulan I tahun 2025. Angka inflasi pun relatif rendah di 0,39 persen, namun kita tetap harus waspada terhadap tekanan inflasi pangan yang sangat sensitif terhadap kondisi pasokan,” ujar Herwan Antoni dalam sambutannya di Aula Bapelkes, Selasa(3/6).

Salah satu langkah konkret yang didorong oleh Pemprov Bengkulu adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, yang akan berperan sebagai agregator komoditas serta menjembatani akses pembiayaan bagi petani kecil dan pelaku usaha mikro. Skema ini akan memanfaatkan dukungan dari lembaga keuangan syariah, perbankan digital, dan sinergi antar pemangku kepentingan.

“Koperasi Merah Putih bukan hanya wadah ekonomi desa, tetapi juga pilar ketahanan pangan lokal. Digitalisasi koperasi, pelatihan manajemen usaha, serta kolaborasi lintas sektor dengan OJK dan perbankan menjadi fokus utama penguatan kelembagaan,” terang Herwan.

Selain itu, dukungan data dan analisis dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta kolaborasi erat dengan pemerintah kabupaten/kota menjadi faktor penting dalam percepatan program ini. Pendekatan berbasis data diharapkan mampu mengidentifikasi titik rawan inflasi serta menyusun intervensi yang tepat sasaran.

“Pembangunan Bengkulu yang mandiri dan sejahtera harus dimulai dari desa. Ketika petani memiliki akses pasar dan pembiayaan, serta terlindungi dari gejolak harga, maka ketahanan pangan dan kesejahteraan akan meningkat secara simultan,” tutup Herwan Antoni.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, lembaga keuangan, dan masyarakat, kegiatan capacity building TPID ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem pangan lokal dan pemberdayaan ekonomi desa di Provinsi Bengkulu. Tanto.G

Artikel ini telah dibaca 1,108 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polda Bengkulu Perketat Pengamanan Ramadan 1447 H, Terapkan Jam Belajar Malam

24 Februari 2026 - 13:09 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Bahas Sinergi, Ketum AMJ Audiensi dengan Wali Kota Bengkulu

31 Januari 2026 - 23:44 WITA

Bernuansa Merah Putih, Ini Makna Logo Asosiasi Media Dan Jurnalis (AMJ)

30 Januari 2026 - 16:07 WITA

Pemprov Bengkulu Dukung Aplikasi Centurion-21 Demi Sukseskan Program Ketahanan Pangan Presiden

29 Januari 2026 - 23:43 WITA

Trending di Bengkulu