Tomohon,Sulutnews.com – Pemerintah Kota Tomohon akan melakukan Revitalisasi PD Pasar Beriman untuk menciptakan kenyamanan berbelanja dengan memperbaiki infrastruktur (kebersihan, keamanan, parkir layak) dan menata pedagang dengan konsep modern dan kreatif agar pasar tradisional mampu bersaing dengan pasar modern.
Hal tersebut disampaikan Yanes Possumah S.Th., Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, saat konferensi pers Fasilitasi bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah (Setdakot), Komunikasi Pimpinan Perangkat Daerah, Kamis, 4 Desember 2025.
“Revitalisasi Pasar Beriman sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang, mendorong ekonomi lokal, dan menarik semua kalangan usia dengan menjaga kearifan lokal. Dan jelang hari raya Natal dan Tahun Baru, pasar ada tambahan keramaian. PD Pasar membuka lahan untuk menampung pedagang musiman, kusus pedagang pernak-pernik Natal dan sudah mendaftar sebanyak 150 pedagang yang diprioritaskan ber KTP Tomohon” ujarnya.
Dirut Yanes menegaskan agar pedangang tidak mengganggu jalur utama kendaraan, patugas akan mengatur dan tidak diperkenankan menggunakan payung di Jalan Aspal, serta memastikan timbangan yang dipakai para pedagang akurat dan standar, untuk melindungi konsumen dari kecurangan dan memastikan keadilan dalam bertransaksi.
Disampaikan bahwa PD Pasar Beriman, akan mendapatkan kucuran dana Rp 70 miliar dari Kementerian Perdagangan RI untuk revitalisasi Pasar Tomohon. “Proyek ini akan menghadirkan konsep pasar modern namun tetap mempertahankan nuansa tradisional sebagai identitas lokal” ucap Yanes.

Dirut mengungkapkan bahwa pada Februari 2026, pembangunan pasar baru akan dimulai dengan desain tiga lantai dan akan ada bioskop XXI di lantai tiga. Lantai dua untuk aktivitas utama pasar, dan lantai pertama menjadi area parkir. Ini membuka peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat Tomohon.
Ia juga menyebutkan bahwa pasar yang baru nantinya akan beroperasi hingga malam hari, sehingga potensi perputaran ekonomi semakin meningkat.
Yanes menegaskan bahwa status PD Pasar akan segera berubah menjadi Perumda Pasar, seiring pembahasan dan persetujuan bersama DPRD. “Rencananya bulan ini sudah ditetapkan. Jika menjadi Perumda, ruang gerak usaha lebih luas dan target PAD lebih mudah dicapai,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa berdasarkan Perda, PD Pasar memang diwajibkan menyetor PAD setiap tahun, dengan rencana setoran sekitar Rp2 miliar per tahun setelah beralih menjadi Perumda.
Saat ini, saldo pendapatan pasar berada di kisaran Rp 500 juta. Namun Yanes memastikan bahwa manajemen menargetkan setoran PAD mencapai Rp 1 miliar pada akhir tahun ini, yang akan langsung disetorkan ke kas daerah.

Terobosan lainnya yang dilakukan, PD Pasar Tomohon telah melakukan kerja sama dengan Kabupaten Sitaro, untuk mendistribusikan hasil pangan dari Kota Tomohon untuk menjamin ketersediaan, stabilisasi harga, dan kelancaran distribusi bahan pokok bagi masyarakat. “Tujuannya adalah untuk memotong rantai distribusi yang panjang dan mencegah inflasi harga pangan” tegasnya.
Hadir mendampingi Dirut Yanes Possumah, Direktur Operasional Nico Supit dan Direktur Pengembangan Nety Senduk, yang dimoderatori Pingkan Assa, SSTP.(Merson)





