Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Jateng · 6 Okt 2025 23:33 WITA ·

Tim Dosen UNHAN Berhasil Ungkap Fenomena Rip Current dengan Teknologi AI dI Pantai Drini Yogyakarta


Kolonel Laut Dr Gentio Harsono. Perbesar

Kolonel Laut Dr Gentio Harsono.

‎Semarang, Sulutnews.com – Luar biasa! Tim Peneliti Dosen Universitas Pertahanan RI yang dipimpin Kolonel Laut Dr Gentio Harsono dari Fakultas Strategi Pertahanan, baru-baru ini. berhasil mengidentifikasi anatomi permukaan arus balik atau sering dikenal dengan Rip Current di Pantai Drini Yogyakarta.

RIP Current di kawasan wisata Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta diketahui telah menyeret 13 pelajar SMP saat bermain dan berenang di Pantai Drini, Selasa (28/01/2025) lalu. Saat itu, tiga pelajar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan satu korban lainnya ditemukan meninggal sehari kemudian.

“Kejadian wisatawan terseret akibat Rip Current sering terjadi di obyek wisata pantai di Selatan Jawa, terutama saat liburan sekolah tiba. Ini menegaskan pentingnya mitigasi risiko dan edukasi keselamatan bagi wisatawan akan bahaya Rip Current,” ungkap Kolonel Laut Dr Gentio.

Langkah-langkah strategis seperti pemasangan rambu peringatan, peningkatan pengawasan petugas keselamatan pantai, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya arus laut ini harus menjadi prioritas guna meminimalkan korban jiwa di masa mendatang.

Sukses mengungkap fenomena ini, dipaparkan Tim Peneliti Dosen Unhan yang juga beranggotakan Dr Martinus Dwi Nugroho dan Dr Haposan Simatupang, pada acara Pekan Ilmiah Tahunan Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (PIT ISOI) di Kampus Undip Tembalang Semarang, awal pekan ini. Ientifikasi Rip Current menggunakan teknik Optical Flow untuk melihat pola arus yang menjauhi garis pantai dan teknik You Only Look Once (YOLO) Versi 8 untuk mendeteksi orang atau pengunjung serta anatomi permukaan Rip Currentnya sendiri.

“Rip Current diidentifikasi berdasarkan pergerakan gelombang di pantai. yaitu memiliki ciri gelombang tenang di antara dua zona ombak pecah. Arus ini umumnya kuat dan terarah mengalir menjauhi pantai. Rip Current ditemukan memanjang menegak dengan garis pantai, melewati zona selancar, dan melewati garis pecahnya ombak pantai,” jelas Dr Gentio, jebolan Ilmu Kelautan Undip, Teknik Kelautan IPB dan Jepang ini.

Guna melihat kemunculan fenomena Rip Current tersebut, dua buah kamera resolusi 2560x 1440 pixel dipasang pada tempat yang tinggi pada dua buah sisinya. Dari kedua teknik tersebut, hasilnya digabung dalam satu video yang dalam media sosial dikenal Face Recognition. Validasi arus dilakukan dengan cara menghanyutkan pelampung merah dan berbendera merah yang dipantau menggunakan kamera yang telah dipasang.

Penelitian dosen ini berhasil mengidentifikasi anatomi permukaan Rip Current di Pantai Drini yang terjadi setiap waktu dengan lebar dan panjang bentuk Rip Current berbeda beda dengan presisi hingga 95% (mAP: 0,95). Umumnya bentuk Rip Current akan melebar saat air pasang dan menyempit saat air surut. Kecepatan arus terpantau saat air surut tercatat 0,3-0,5 m/s terjadi pada poros utama Rip Current.

Pada saat air laut surut umumnya terjadi antara Pukul 06.00 – 08.00 WIB, para wisatawan sering bermain dan mandi di pantai dengan mencari tempat yang lebih dalam, yang berpotensi terseret ke tengah akibat arus balik tersebut, seperti kejadian terseretnya 13 siswa, meskipun larangan mandi telah diumumkan berulangkali oleh petugas Satlinmas Resque Istimewa Yogyakarta.

‎”Diharapkan, hasil penelitian ini bisa menjadi alat peringatan dini bagi wisatawan akan bahaya Rip Current secara real time, guna mencegah adanya korban wisatawan hanyut,” harap Kolonel Laut Dr Gentio Harsono.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 2,047 kali

Baca Lainnya

Irdam XIII/Merdeka Pimpin Upacara Bendera 17-an, Bacakan Amanat Kasad

18 Februari 2026 - 11:43 WITA

Bupati H.M. Toha Tohet Turunkan Tim Pemkab Muba Inventarisir Asrama Ranggonang di Yogyakarta

16 Februari 2026 - 23:55 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Waooh Proses Tender Pinjam Bendera di Rote Ndao: Perhatian Serius

3 Februari 2026 - 20:52 WITA

Trending di Bali