Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Minahasa · 18 Jan 2023 08:18 WITA ·

Tidak Tuntas 2022, Proyek 700 Juta Lebih di Kantor Bupati Minahasa Ternyata Habis Anggaran 


Tidak Tuntas 2022, Proyek 700 Juta Lebih di Kantor Bupati Minahasa Ternyata Habis Anggaran  Perbesar

MINAHASA,SULUTNEWS.COM– Pemerintah Kabupaten Minahasa, pada Tahun 2022 telah menggelontorkan anggaran dari APBD untuk membangun gedung kantor Permanen di Kantor Bupati Minahasa, tepatnya di samping Ruangan Sekretaris Daerah (Sekda) yang ditempati oleh Sekda Frits Muntu.

Adapun nilai Kontrak pada pekerjaan tersebut berjumlah Rp. 736.332.403 dengan pelaksana CV. Tonindo Ercons dan waktu pelaksananya ditargetkan 150 hari kalender.

“Itu berarti, setelah 150 hari kalender proyek yang proses pekerjaannya di mulai pada Juli 2022, harus rampung seratus persen pada bulan Desember 2022.  “Hal tersebut jika di sesuaikan dengan kontrak pekerjaan.

Namun anehnya sampai hari ini, gedung tersebut tidak tuntas di kerjakan oleh CV. Tonindo Ercons, selaku kontraktor pelaksana.

Bahkan terlihat sangat jelas, dari anggaran yang digunakan, tampak hanya berdiri sejumlah tiang, atap dan lantai satu yang di cor beton.

“Sehingga saat ini, sejumlah ASN dan THL yang bertugas di Kantor Bupati Minahasa, mereka juga ikut mempertanyakan rencana anggaran biaya (RAB) dan kwalitas proyek itu.

Jeffry Pontoh selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek tersebut, kepada media ini menjelaskan bahwa pekerjaan pada proyek itu, ternyata masi akan berlanjut. dan menurutnya proyek lanjutan ini akan di selesai pada Tahun anggaran (TA) APBD 2023.

“Memang proyek ini belum selesai, hal ini dijelaskan Djeffry Pontoh, dikarenakan anggaran untuk menyelesaikan proyek ini tidak mencukupi, “katanya.

“Jadi pekerjaan dilakukan  menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia, ujar Jeffry Pontoh, Rabu (18/1/2023).

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa salah satu penyebab utama kenapa Proyek tersebut tidak Rampung di 2022, menurutnya hal ini dikarenakan adanya penyesuaian struktur berdasarkan hasil penelitian daya dukung tanah di lokasi tersebut, “ucap Jeffry Pontoh selaku PPK.

Setelah ditanya lebih lanjut, apakah Struktur tanah ini adalah penyebab utama, sehingga seluruh anggaran diduga banyak dihabiskan pada sejumlah tiang gedung yang dibangun.“sayangnya sampai berita ini diturunkan hal tersebut belum dijelaskan lebih lanjut oleh PPK tersebut. (**/arp)

Artikel ini telah dibaca 1,343 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Sebulan Penuh April 2026 – Semarak HUT Rote Ndao ke-24 dan Paskah 2026

30 Maret 2026 - 15:56 WITA

Wakil Gubernur NTT Tekankan Adaptasi, Inovasi, dan Disiplin Bagi ASN untuk Pelayanan Publik Berkualitas

30 Maret 2026 - 11:12 WITA

Trending di Internasional