Sulutnews.com Bengkulu Selatan – pemeliharaan rutin yang di lakukan oleh PUPR kabupaten Bengkulu Selatan di imformasikan dengan pagu anggaran yang relevan besar diduga sebagai ajang korupsi oknum dinas PUPR dalam hal ini pengerjaan di tangani oleh bidang bina marga.
Sesuai penelusuran media ini hasil pengerjaan tebas bayang yang di lakukan oleh dinas PUPR asal asalan, terlihat jelas di lapangan penebasan seolah sekedar ingin menampakkan bahwa adanya pekerjaan tebas di beberapa titik saja, hal itu di karenakan tebas bayang yang di lakukan banyak melalui perkebunan sawit warga.
Kejadian yang aneh terjadi saat media ini lakukan konfirmasi terhadap Kabid bina marga PUPR kabupaten Bengkulu Selatan Abdulah Umayah yang mana pernyataannya berbanding terbalik dengan pernyataan kasi bina marga Deki.
Deki selaku kasi bina marga kabupaten Bengkulu Selatan menjelaskan bahwa pengerjaan pemeliharaan rutin tebas bayang per hari ini sudah mencapai 70%, namun pernyataan itu di bantah langsung oleh Kabid bina marga Abdulah Umayah yang menyatakan bahwa pekerjaan itu baru di mulai dan saat ini di perkirakan hasil pekerjaan baru 10%.
Pernyataan keduanya antara Kabid bina marga dan kasi bina marga timbulkan pertanyaan yang mencurigakan, sebab keduanya sama sama di bidang bina marga namun impormasi yang di berikan sangat jauh perbedaannya seolah ada yang tidak beres atas anggaran dan realisasi pemeliharaan rutin yang di laksanakan.
Media ini juga mendapatkan impormasi dari sumber yang terpercaya yang mana namanya enggan di sebutkan, bahwa tebas bayang yang di lakukan di kerjakan oleh pegawai honor PUPR itu sendiri, diduga pembiayaan yang di salurkan senilai Rp.75.000.000 terhadap pegawai honor yang mengerjakan namun yang Rp.70.000.000 di kembalikan lagi dengan oknum ASN PUPR kabupaten Bengkulu Selatan.
Menyikapi hal itu Kabid bina marga Abdulah Umayah tidak mengetahui hal itu, yang jelas anggaran nya juga tidak di ketahui nya namun beliau menjelaskan bahwa pengerjaan baru di mulai dan hasilnya di perkirakan baru 10%.
Sementara itu kasi bina marga Deki menyatakan terkait anggaran dia tidak mengetahui, akan tetapi pengerjaan sudah 70%. “Kalau masalah anggaran silahkan saja dengan Kabid, namun terkait hasil pekerjaan di lapangan lebih kurang sudah 70%” ujar Deki.
Salah satu penggiat aktif kabupaten Bengkulu Selatan Arif sangat menyayangkan adanya pernyataan yang jauh berbeda antara Kabid bina marga dengan kasi bina marga, menurutnya perbedaan itu salah satu petunjuk bahwa apa yang di realisasikan oleh PUPR bidang bina marga adanya yang kurang beres dan diduga kuat timbulkan kerugian negara.
Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi dengan pihak berkompeten lainnya masih sedang di upayakan. (JN)





